Kenaikan BBM

1.000 PNS Kemenkeu Berpotensi Pensiun Dini

  • Sehari, Pesawat Lion Air Terbang 700 Kali

    Sehari, Pesawat Lion Air Terbang 700 Kali

    Tempo
    Sehari, Pesawat Lion Air Terbang 700 Kali

    TEMPO.CO, Jakarta -Lion Air kini menjadi salah satu maskapai penerbangan swasta terbesar di Indonesia. Beroperasi sejak tahun 2000, Lion Air terus melakukan ekspansi besar-besaran sebagai maskapai penerbangan murah atau low cost carrier di Indonesia. Tak hanya melayani rute dalam negeri, Lion Air juga melayani penerbangan luar negeri seperti ke Vietnam, Malaysia, Singapore, dan Arab Saudi. …

  • OJK Cabut Izin Usaha Asuransi Jiwa Nusantara

    Antara

    Jakarta (ANTARA) - Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan mencabut izin usaha PT Asuransi Jiwa Nusantara yang berkantor pusat di Jakarta Selatan sejak 12 Juni 2013. Direktur Komunikasi dan Hubungan Internasional OJK Gonthor R Aziz dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu, menyebutkan pencabutan izin usaha itu berdasar Keputusan Dewan Komisioner Nomor KEP-42/D.05/2013 tanggal 12 Juni 2013. ... …

  • Gita Ajak Indonesia Tiru Cara Gangnam Style  

    Gita Ajak Indonesia Tiru Cara Gangnam Style  

    Tempo
    Gita Ajak Indonesia Tiru Cara Gangnam Style  

    TEMPO.CO, Jakarta -- Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menekankan pentingnya meningkatkan potensi diri untuk bisa bersaing di era global. "Bagaimana bisa bersaing kalau tak dapat meng-gangnam-kan diri kita sendiri," kata Gita saat memberi kuliah umum kepada 1.900-an mahasiswa dalam acara Bank Mandiri "National Lecturer Series 2013", Rabu, 19 Juni 2013. …

INILAH.COM, Jakarta - Sekitar 1.000 Pegawai Negeri (PNS) di lingkungan Kementerian Keuangan berpotensi pensiun dini.

Sebagai langkah awal program pensiun dini, Kemenkeu membidik Ditjen Perbendaharaan sebagai pilot project. Sekjen Kemenkeu Mulia P Nasution mengungkapkan alasan Kemenkeu membidik direktorat tersebut untuk program pensiun dini. "Karena waktu dibentuk itu merger dari lima instansi, Anggaran, Badan Akuntansi Keuangan Negara, Informasi dan Teknologi, Lembaga Keuangan, Pemon (Pusat Manajemen Obligasi Negara). Waktu itu dimasukkan dari sana, sekarang kita lihat lagi petanya dan dikaji lagi," ujar Mulia di kantor Kemenkeu, Selasa (26/7).

Saat ini pihaknya tengah mengkaji jumlah PNS yang berpotensi untuk pensiun dini. Ia mengungkapkan, ada sekitar 1.000 pegawai yang berpotensi atas program tersebut.

"Lagi di exercise, dilihat dari ditjennya. Bisa 1000 lebih (PNS) tapi ini masih dikaji, bisa kurang bisa lebih," tuturnya.

Ia melanjutkan, Ditjen Pajak juga dibidik untuk program pensiun dini. "Selain itu yang banyak juga Pajak karena dilakukan modernisasi. Karena tiap moderninasi kan tidak bisa keluarkan staf sedangkan tuntutan sudah berbeda. Dulu kan (kita terima) untuk yang critical, sekarang kan BPHTB sudah tidak ada. Jadi banyak yang seperti itu," ujarnya.

Selain pensiun dini, sebagian pegawai Ditjen Pajak juga akan dipindahkan ke daerah sehubungan dengan adanya penarikan pajak yang dikembalikan ke daerah namun sebelumnya telah dibekali oleh keterampilan khusus. Hal ini untuk memperkuat kinerja daerah. "Misalnya, DKI minta staf PBB (Pajak Bumi dan Bangunan). Gak mungkin yang tak kompeten," ujarnya.

Sayangnya ia masih urung mengungkap berapa besar penghematan anggaran yang bisa dikantongi dari pensiun dini tersebut. "Dengan mereka keluar, tidak ada gaji bulanan tapi ada biaya SDM. Dalam jangka panjang iya (ada penghematan), tergantung seberapa banyak merekrut penggantinya," tandasnya.

Kemenkeu mengadaptasi mekanisme perbankan dalam menerapkan golden shake hand untuk program pensiun dini ini, di mana selain diberi pesangon PNS akan dibekali dengan keterampilan berwira usaha terlebih dahulu. [cms]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Jajak Pendapat Yahoo!

Setujukah Anda jika Pekan Raya Jakarta kembali diselenggarakan di Monas?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat