Kenaikan BBM

100 Warga Korut Pulang pada 2012

Seoul (AFP/ANTARA) – Lebih dari 100 warga Korea Utara yang melarikan diri ke Korea Selatan kembali tahun ini, di tengah-tengah upaya Pyongyang menarik mereka kembali sebagai propaganda kampanye melawan Seoul.


Sejak akhir perang 1950-1953, sekitar 23.500 warga Korea Utara tiba di Korsel, sebagian besar melalui China, setelah melarikan diri dari kelaparan dan penindasan yang terjadi di tanah air mereka yang menganut paham komunis.


Namun Korut baru-baru ini melakukan kampanye untuk menarik kembali pengungsi dengan janji memberikan kehidupan yang nyaman dan tanpa hukuman, menurut surat kabar Dong-A Ilbo pada Senin.


Surat kabar itu mengutip Park Sun-Young, mantan anggota parlemen konservatif serta advokat untuk para pengungsi.


“Bahkan seorang wanita yang membelot pada 1994 dan menikah dengan orang Korea Selatan telah pulang,” kata Park yang dikutip surat kabar tersebut.


Lebih dari 100 orang telah kembali ke tanah air mereka tahun ini, kata Park yang dikutip Dong-A. Dia menambahkan bahwa beberapa orang yang kembali ditawari rumah dan pekerjaan baru di ibu kota Pyongyang.


Park tidak bersedia untuk berkomentar lebih lanjut.


Kementerian unifikasi Korea Selatan, yang menangani urusan lintas batas, mengatakan bahwa jumlah pengungsi tersebut “sangat kecil” dan kurang dari 100.


Masalah itu mulai mencuat pekan lalu, ketika seorang pengungsi yang kembali ke Korut mengungkapkan bahwa para agen Seoul menjanjikan imbalan untuknya jika ia bersedia kembali ke tanah air dan meledakkan patung mendiang pemimpin Kim II-Sung.


Jon Yong-Chol dalam sebuah konferensi pers mengaku dia direkrut untuk melakukan misi tersebut setelah menetap di Korsel. Namun pihak intelijen Seoul membantah tuduhan tersebut. (ai/pt)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.