Berburu Harta Luthfi

WHO: 130 Juta Orang Terinfeksi Hepatitis

Jakarta (ANTARA) - Organisasi PBB untuk Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan saat ini sebanyak 100 juta orang menderita hepatitis B kronis dan 30 juta orang menderita hepatitis C kronis di Asia Tenggara


"Lebih dari lima juta orang di kawasan Asia Tenggara akan meninggal sebagai konsekuensi dari meluasnya infeksi hepatitis dalam 10 tahun mendatang.," kata Direktur Regional WHO kawasan Asia Tenggara Samlee Plianbangchang dalam pernyataannya yang diterima di Jakarta, Selasa.

Hari Hepatitis Dunia diperingati WHO tiap tanggal 28 Juli untuk meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan terhadap penyakit tersebut dan penularannya dan untuk tahun 2012 mengambil tema "Hepatitis is Closer than You Think" yang menunjukkan bahwa infeksi hepatitis membutuhkan perhatian yang lebih dari saat ini.

"Penyebaran hepatitis harus diberikan prioritas yang lebih besar baik dari segi sumber daya maupun upaya yang dibutuhkan. Surveilans yang baik itu penting. Cakupan imunisasi hepatitis B untuk bayi harus mencapai lebih dari 95 persen," papar Plianbangchang.

Selain itu, karena penyebaran hepatitis B dan C adalah melalui darah, maka perhatian juga diminta untuk diberikan pada proses transfusi darah di fasilitas-fasilitas kesehatan.

"Seluruh kantong darah dan produk darah lainnya wajib untuk diperiksa terhadap infeksi hepatitis B dan C," kata Plianbangchang.

Hepatitis berarti "peradangan pada hati" dan tujuh tipe virus dapat menyebabkan terjadinya wabah yaitu mulai hepatitis A hingga G.

Infeksi yang paling banyak terjadi adalah pada empat tipe hepatitis yaitu A, B, C dan E.

Semua virus itu dapat menyebabkan penyakit akut dengan gejala-gejala yang berlangsung hingga beberapa minggu termasuk kulit dan mata berwarna kuning, urin berwarna gelap, kelelahan, mual, muntah dan sakit di perut.

Sementara untuk hepatitis B dan C, tidak ada gejala spesifik yang muncul sehingga kebanyakan orang yang terinfeksi virus-virus ini tidak menyadari kondisi mereka hingga menderita sirosis (pengerasan) hati bertahun-tahun kemudian.

WHO memperkirakan sekitar 65 persen penderita hepatitis B dan 75 persen penderita hepatitis C tidak tahu mereka terinfeksi.

Untuk hepatitis B, vaksin yang efektif telah digunakan sejak 1982.

Hepatitis A dan hepatitis E juga merupakan masalah kesehatan yang serius dimana diperkirakan 12 juta kasus hepatitis E diperkirakan terjadi tiap tahunnya di Asia Tenggara, atau lebih dari setengah kasus di dunia.

Tingkat infeksi ini, terutama jika mereka merupakan suatu wabah akan menjadi suatu hal yang membutuhkan perhatian, karena hepatitis A dan E biasanya muncul di lingkungan yang sanitasinya buruk karena virus ini ditularkan lewat makanan dan air.

Di banyak negara di Asia Tenggara, pembangunan yang pesat telah menyebabkan terjadinya urbanisasi yang bermuara kepada kota dengan populasi padat, cocok bagi penyebaran virus hepatitis A dan E.

"Kualitas pemeriksaan hepatitis di laboratorium milik pemerintah dan swasta perlu diawasi. Kita membutuhkan kampanye kewaspadaan yang lebih luas, terutama ditujukan bagi tenaga kesehatan dan bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap resiko tertular hepatitis," kata Plianbangchang.

Untuk mengatasi masalah ini, WHO sedang menyusun strategi bagi pencegahan dan pengendalian penyebaran hepatitis di Asia Tenggara maka ahli-ahli kesehatan dari 11 negara anggota dikumpulkan.

Pertemuan untuk menyusun enam pilar dari strategi itu yaitu mengenai kebijakan, perencanaan dan mobilisasi sumber daya, surveilans, pencegahan dan pengendalian, pendidikan, perawatan medis dan riset.(ar)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.