175 KK di Madiun Ambil Air Bersih Tinggalan Belanda

TRIBUNNEWS.COM,MADIUN- Sekitar 175 Kepala Keluarga (KK) warga Dusun Plosorejo, Desa Simo, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun hampir setiap pagi dan sore mengantre untuk mengambil jatah air bersih di sumur peninggalan Belanda yang ada di pertengahan sawah kampungnya.

Tidak hanya warga setempat, warga sekitar lainnya juga mengambil jatah air bersih itu, lantaran sejak sebulan terakhir air sumur milik warga mengalami kekeringan.

Sumur tua yang dibangun sekitar Tahun 1932 itu, tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi minum dan memasak. Akan tetapi, juga digunakan untuk kebutuhan mencuci dan mandi.

Rata-rata warga mengambil air bersih itu menggunakan jurigen ukuran antara 20 sampai 30 liter untuk minum dan memasak.
Sedangkan untuk mencuci dan mandi, langsung mandi dan mencuci secara giliran di lokasi sumur berukuran 5 x 7 meter itu.

Salah seorang warga yang mengantre air bersih, Dariyono (35) mengatakan, hampir setiap pagi dan sore selalu mengambil jatah air bersih di sumur peninggalan Belanda itu sebanyak 4 jurigen ukuran 30 literan.

Menurutnya, air yang dibawa pulang untuk kebutuhan memasak dan minum. Sedangkan untuk mandi dan mencuci sebagian besar warga langsung mandi dan mencuci di sumur bos bangunan jaman penjajagan itu.

"Hampir semua warga yang tak bisa membangun saluran perpipaan setiap kemarau selalu mengantre air bersih untuk minum dan memasak ke sumur ini menggunakan motor atau sepeda," terangnya kepada Surya, Senin (30/7/2012).

Lebih jauh, Dariyono menjelaskan jika sebagian warga sudah tidak mengantre air bersih di sumur itu, karena jaringan perpiaan air bersih sudah bisa masuk mendekati rumah-rumah pemukiman penduduk.
Mereka tak mengambil jatah air bersih sejauh 1 kilometer itu, akan tetapi masih tetap mengantre air di jaringan perpipaan di dekat rumahnya.

Sementara secara terpisah, Direktur PDAM Kabupaten Madiun Subiyantoro menegaskan pihaknya siap mengirim air bersih setiap saat menggunakan truk tangki.

Namun, hal itu dengan syarat harus ada permintaan dari warga kampung yang membutuhkan air bersih setiap musim kemarau.

"Kami siap setiap saat mengedrop air bersih. Karena selama ini belum ada permintaan kami belum bisa mengirim pasokan air bersih," tukasnya.

Jawa
  • Korban Penipuan PNS di Sutubondo Diteror
  • Siswa SD Kliping Berita Jokowi
  • Puluhan Anggota Ormas Datangi Mapolres Bandung
  • Cabup Nganjuk Resmikan Ganti Nama Di PN
  • Dibentuk, Posyandu Khusus Waria
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Apakah Anda percaya pengerjaan proyek MRT yang sudah resmi dimulai akan berjalan tepat waktu sesuai rencana?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat