TEMPO.CO, Kupang - TNI AD Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Timor Leste Batalyon 312 Kala Hitam Siliwangi menggagalkan penyelundupan bahan bakar minyak bersubsidi sebanyak 18.170 liter ke Timor Leste pada Kamis, 6 September 2012.
BBM bersubsidi disita dari sejumlah warga yang diduga telah menimbun untuk selanjutnya dikirim ke Timor Leste. Penggerebekan BBM bersubsidi yang akan diselundupkan itu berkat laporan masyarakat. Dari hasil penggerebekan, TNI berhasil mengamankan BBM jenis Premium sebanyak 10.885 liter, solar 5.575 liter, dan minyak tanah 2.290 liter.
Komandan Satgas Pamtas RI-Timor Leste, Mayor Inf Hengky Yuda Setiawan, mengatakan ada beberapa titik rawan di perbatasan RI-Timor Leste yang jadi jalan tikus untuk menyelundupkan BBM.
Harga BBM di Timor Leste Rp 10-15 ribu per liternya. Modus yang sering digunakan adalah dengan memantau pergerakan patroli TNI di sepanjang garis perbatasan sehingga jadwal patroli selalu diubah-ubah.
"Kami akan tingkatkan pengamanan di perbatasan kedua negara untuk antisipasi maraknya penyelundupan," katanya.
YOHANES SEO
Berita Lainnya:
Analis: Hati-Hati Beli Saham Kelompok Bakrie
Drama Penculikan Anak di Bandung Terbongkar


