19 Orang Tewas Karena Hujan Lebat di Jepang

Tokyo (AFP/ANTARA) – Wilayah barat daya Jepang pada Jumat diterpa hujan yang sangat lebat dan menewaskan sedikitnya 19 orang serta delapan lainnya hilang saat sebagian besar wilayah dilanda banjir.


Tayangan televisi menunjukkan bahwa banjir tersebut menumbangkan beberapa pohon dan menghanyutkan sejumlah besar sampah, sementara beberapa sungai meluap dan membanjiri beberapa kota dan desa di bagian selatan pulau Kyushu.


Laporan menunjukkan jalan-jalan perumahan di kota Kumamoto terkubur lumpur, sementara sejumlah mobil yang tersapu aliran banjir ikut hanyut hingga lereng-lereng gunung, sebuah tayangan yang mengingatkan pada bencana tsunami pada Maret 2011.


Di kota Aso, tanah longsor mengubur 17 rumah, menewaskan sedikitnya 17 orang dan lima orang hingga kini masih dinyatakan hilang, seperti dinyatakan sejumlah laporan.


Stasiun televisi NHK memperlihatkan regu penyelamat masih terus melanjutkan pencarian mereka pada Jumat pagi, dengan menggunakan mesin berat untuk memindahkan pohon-pohon yang tumbang, batu-batu, dan puing-puing, sementara hujan belum juga berhenti.


Cuaca buruk itu mulai reda pada Jumat pagi, namun Badan Meteorologi Jepang mengatakan bahwa mereka memperkirakan "hujan yang sangat lebat" akan turun lagi di Kyushu pada Jumat malam.


Hujan lebat tersebut akan menambah kesengsaraan bagi sebuah wilayah tersebut, dengan 50.000 orang pada Kamis diperintahkan meninggalkan rumah mereka setelah daerah itu dihantui curah hujan terbesar yang pernah terjadi.


"Kami memperkirakan hujan deras dengan skala yang sama seperti yang kami lihat kemarin akan datang lagi. Kami tetap dalam kewaspadaan tinggi,” kata seorang petugas lokal di prefektur Oita. (ai/pt)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.