Berburu Harta Luthfi

2014, Rakyat Bisa Pilih Kalla, Prabowo, Mahfud, atau Dahlan

TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti Senior Soegeng Sardjadi Syndicates (SSS), Sukardi Rinakit, memprediksi rakyat akan memilih calon presiden yang bercitra tegas di Pemilu Presiden 2014 nanti. "Meskipun aslinya tidak tegas, tapi kalau ingin maju dan menang, poleslah, citrakan diri yang tegas," kata Sukardi Rinakit pada Jumat, 10 Agustus 2012.

Sukardi mengingatkan para tim sukses calon presiden bahwa karakter rakyat Indonesia adalah mudah bosan, mudah kasihan, dan mudah lupa. »Sekarang rakyat sudah bosan pada SBY yang dicitrakan cerdas tapi tidak tegas,” katanya.

Dia mencontohkan sejumlah perubahan pola pilihan politik rakyat Indonesia sejak era Presiden Soekarno. Dulu, kata Sukardi, Soekarno dipilih karena pandai berorasi. »Lalu rakyat bosan dan mencari pemimpin pendiam. Naiklah Pak Harto,” katanya.

Lama-lama, rakyat bosan juga pada Soeharto yang pendiam tapi otoriter. Naiklah Abdurrahman Wahid yang demokratis dan banyak bicara. »Sayangnya, rakyat mudah bosan, dan beralih pada Megawati yang pendiam,” kata Sukardi.

Setelah Mega berkuasa, rakyat kembali bosan. »Mega dicitrakan bodoh, sehingga dipilihlah SBY yang dicitrakan pintar,” katanya.

Sekarang ini, dia yakin, rakyat sudah bosan melihat gaya kepemimpinan yang kompromistis dan lamban. »Sekarang, rakyat yang bosan akan pilih Prabowo, Jusuf Kalla, Mahfud MD, atau Dahlan Iskan, yang dicitrakan tegas dan cepat mengambil keputusan,” kata Sukardi.

SUNDARI

Berita Terpopuler:

Gubernur Fauzi Bowo Bungkam Soal Video di Youtube

Rhoma Irama, Kanan-Kiri Kena Jerat Hukum

Ahmad Yani: Bambang Widjajanto Jangan Seperti Preman

Kunjungi Korban Kebakaran, Fauzi Sindir Jokowi

Unsur Pidana Rhoma Irama Terbukti

Panwaslu: Celotehan Foke Melanggar Etika Politik

Robert Pattinson Ogah Bertemu Kristen Stewart

Santri Relawan Fauzi Bowo Dipukul di Jelambar Baru

Begini Nasehat SBY Kepada KPK dan Polri

Istri Kim Jong Un Pakai Tas Seharga 1,8 Juta Won

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat