TEMPO.CO, Jakarta - Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Dedy Priatna menyatakan sudah terdapat 4 konsorsium kontraktor yang menjadi penawar dalam lelang pengadaan proyek rel kereta api Kalimantan Tengah. Proyek rel sepanjang 185 kilometer tersebut itu diperebutkan oleh konsorsium yang berisi kontraktor dari dalam dan luar negeri.
"Yaitu Itochu dari Jepang, lalu ada lagi dari Cina dan Inggris," kata Dedy, Selasa, 17 Juli 2012. Selain itu, masih terdapat kontraktor dalam negeri yang menjadi penawar proyek yaitu Bakrie Development yang turut menggandeng SNC Lavalin-Thyssencrupp.
Dedy memaparkan prospek proyek ini memang cukup menjanjikan. Dengan nilai investasi sekitar US$ 2,5 miliar proyek pembangunan jalur kereta api dari Puruk Cahu-Bangkuang- Batanjung ini bisa mengangkut batu bara hingga sebanyak 30 juta ton, sekaligus akan menggabungkan lima kabupaten di Kalimantan Tengah.
Rel kereta juga akan menghubungkan lokasi-lokasi pertambangan di pedalaman Barito yang terletak di bagian Timur Utara Kalimantan Tengah dengan pelabuhan di bagian Selatan.
Ia menambahkan, saat ini bahkan sudah terdapat komitmen dari para pengusahaan penambang batu bara untuk menggunakan rel kereta tersebut. Beberapa perusahaan BUMN yang berkomitmen itu di antaranya adalah PT PLN Batu Bara, PT Krakatau Posco dan PT Krakatau National Resources.
Rencananya proyek ini akan dibangun pada akhir tahun depan, dan beroperasi sekitar 2015. "April-Mei itu kan tanda tangan kontrak, mereka biasanya kita kasih waktu 6 bulan sampai setahun untuk financial close atau cari uang. Oktober-November sudah mulai dibangun," jelasnya.
Proyek tersebut saat ini dijamin oleh pemerintah melalui PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia. Proyek ini sebelumnya juga dipuji oleh Menteri Keuangan Agus Martowardojo, yang menilai proyek tersebut cukup transparan dan memenuhi kaidah good governance.
GUSTIDHA BUDIARTIE


