TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Mochamad Amron, menyatakan saat ini 40 persen jaringan irigasi dalam kondisi rusak, atau mencapai 2,83 juta hektare. Hal ini dikhawatirkan tidak bisa memenuhi permintaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada September lalu yang menargetkan dua tahun lagi Indonesia mencapai surplus 10 juta ton beras.
»Target tersebut dapat tercapai asalkan ada peningkatan produksi padi minimal 7 persen per tahun mulai dari tahun lalu,” kata Amron, Kamis, 23 Februari 2012. Pencapaian tersebut hanya bisa dilakukan dengan koordinasi antara Kementerian PU, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Dalam Negeri.
Amron mengatakan, 85 persen produksi beras perlu dukungan prasarana irigasi. Produksi bisa terhambat jika prasarana irigasi bermasalah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2010, tercatat areal sawah secara keseluruhan mencapai 9.45 juta hektare. Dari luas tersebut, 76 persen merupakan sawah beririgasi yang memberikan sumbangan terhadap 85 persen produksi padi nasional.
Meski begitu, Amron menyatakan, »Kerusakan jaringan irigasi bukan berarti mati total.” Dalam status »rusak berat,” indeks pertanaman masih bisa mencapai angka 1,2, atau dapat dilakukan penanaman lebih dari satu kali. Target indeks bisa mencapai angka 1,6 jika sudah dilakukan perbaikan jaringan irigasi yang rusak.
Untuk mencapai target tersebut, Amron mengatakan pihaknya saat ini melanjutkan program yang berlaku pada 2010 hingga 2014, yakni operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi seluas 2,3 juta hektare. Rehabilitasi kualitas dan kuantitas jaringan irigasi seluas 1,34 juta hektare, yang saat ini sudah dilakukan 577.182 hektare.
Selain itu, PU melakukan pembangunan daerah irigasi dan rawa seluas 500 ribu hektare, yang kini sudah terealisasi 181.249 hektare.
»Itu areal yang kewenangannya dipegang pemerintah pusat. Untuk areal pemerintah provinsi, perlu alokasi bantuan perbaikan jaringan irigasi pada lahan seluas 870 ribu hektare, dan pemerintah kabupaten/kota 1,82 juta hektare,” kata Amron.
Pada penanaman, air memegang peranan hanya 15 persen. Namun jika digabung dengan bibit dan pupuk, peranan ketiganya bisa mencapai 75 persen. »Untuk mencapai target produksi, jangan hanya fokus pada sistem airnya, masih banyak faktor lain,” kata Amron.
MUHAMAD RIZKI


1 komentar