Kenaikan BBM

45 Tewas Akibat Tentara Suriah Bombardir Damaskus

Beirut (AFP/ANTARA) - Tentara Suriah pada Senin membombardir pemberontak yang berada di provinsi Damaskus, di mana lebih dari 45 orang, termasuk 36 warga sipil, tewas dalam 48 jam terakhir.


Penembakan dimulai sebelum fajar dan menargetkan distrik Assali, Nahar Aisha dan Qadam, semua distrik yang berada di selatan Damaskus, serta distrik Irbin, Al-Tal dan New Artuz di luar ibukota, ujar Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.


Sementara itu, bentrokan terjadi di benteng pemberontak Harasta, timur laut Damaskus.


Di ibukota, pasukan keamanan melakukan penggerebekan dan penangkapan di lingkungan Qaimreya, Qashla dan Shaghur, imbuh Observatorium itu.


Komite Koordinasi Lokal (Local Coordination Committees/LCC), jaringan aktivis di daerah itu, mengatakan bahwa serangan terjadi di Shaghur, di mana mereka melaporkan "Petugas keamanan menyisir toko-toko dan petugas keamanan mendobrak pintu toko-toko yang ditutup."


Di Kota Tua (Old City) Damaskus, LLC melaporkan bahwa "Serangkaian penggerebekan dan penangkapan dilakukan oleh angkatan bersenjata."


Pada Minggu, 150 orang tewas di Suriah, menurut Observatorium itu. Mayoritas berada di provinsi Damaskus, di mana 26 warga sipil dan tujuh pemberontak tewas.


Observatorium melaporkan bahwa10 warga sipil lainnya dan dua pemberontak tewas di provinsi Damaskus pada Senin, ditambah empat warga sipil di selatan kota Daraa.


Di pusat kota Homs, 16 warga sipil tewas akibat tembakan tentara di lingkungan Shamas pada Minggu, ujar Observatorium itu.


Dewan oposisi Nasional Suriah (Syrian National Council /SNC) dan kelompok-kelompok aktivis, pada Minggu menuduh bahwa milisi pro-pemerintah mengekusi 10 warga sipil selama penggerebekan terjadi di lingkungan Shamas.


Observatorium ini menegaskan bahwa pasukan pro-pemerintah melakukan sebuah penggerebekan di daerah itu, tetapi tidak menyebutkan setiap eksekusi.


Lebih dari 21.000 orang tewas di Suriah sejak pemberontakan anti-rezim pecah 17 bulan lalu, menurut pengawas. Jumlah korban tidak mungkin untuk diverivikasi, dan PBB berhenti melakukan perhitungan independen. (yg/ml)


PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Jajak Pendapat Yahoo!

Setujukah Anda jika Pekan Raya Jakarta kembali diselenggarakan di Monas?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat