Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ribuan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman akibat banjir yang merendam kawasan Jakarta Timur. Dari 10 kecamatan yang ada di Jakarta Timur, sebanyak 5.677 jiwa mengungsi.
Pemukiman warga terendam banjir akibat hujan yang mengguyur kawasan Bogor dan sekitarnya sejak Selasa (15/1/2013) lalu.
"Data yang ada di wali kota, (pengungsi) tersebut berasal dari tiga kecamatan, di antaranya Jatinegara, Kramat Jati, dan Matraman. Tujuh kecamatan lain juga, tapi intensitasnya rendah," kata Wakil Wali Kota Jakarta Timur, Husein Murad, saat dihubungi wartawan, Rabu (16/1/2013).
Lebih lanjut, Husein menuturkan, saat ini seluruhnya berada di posko-posko pengungsian yang sudah disiapkan. Dengan rincian, di wilayah Jatinegara terdapat 2.400 jiwa, di Kecamatan Kramat Jati terdapat 2.257 jiwa, dan di Kecamatan Matraman 1.020 jiwa.
"Yang berada di pengungsian sudah ada bantuan, baik makanan, pakaian, maupun obat-obatan," jelasnya.
Dihubungi terpisah, Camat Kramat Jati, Ucok Bangsawan Harahap mengungkapkan, musibah banjir yang terjadi hari ini menyebabkan sekitar 3.050 jiwa warganya terpaksa mengungsi di posko pengungsian.
Hal tersebut terjadi lantaran ketinggian muka air di rumah telah mencapai satu hingga lima meter.
"Kelurahan Balekambang antara satu sampai dua meter, Kelurahan Cililitan antara satu sampai tiga meter dan Kelurahan Cawang antara satu sampai lima meter," ujar Ucok kepada wartawan Selasa malam.
Ucok melanjutkan, sebanyak 3.050 jiwa yang mengungsi tersebut ditempatkan di delapan posko pengungsian, yakni 800 berada di RW 5 Balekambang dan mushala setempat, RW 6 dan RW 7 Cililitan, Universitas Binawan, Belakang RS Budhi Asih, Gang Arus dan Gang Setyawan.
Hingga Selasa malam, para pengungsi masih dalam kondisi baik kesehatannya secara umum.
Pemerintah melalui Camat dan Lurah setempat telah menyiapkan tiga tenda dalam satu posko pengungsian, yaitu tenda pengungsi, dapur umum, dan posko bantuan kesehatan.
"Nasi bungkus dan 1.500 roti sudah kita bagikan bantuan dari PMI dan Suku Dinas Sosial Jakarta Timur. Yang lainnya, ada beras, indomie, minyak goreng untuk dapur umum dan tenaga medis untuk posko kesehatan," lanjut Ucok.
Ucok tak bisa memprediksi berapa lama kondisi tersebut menimpa ribuan warganya. Namun, jika melihat kebiasaan, banjir di wilayahnya tidak bertahan lama asalkan debit air di Ciliwung kembali normal. Ucok menambahkan pihaknya selalu siap jika warga memerlukan bantuan.



Yahoo! OMG