5.760 KK Pulau Mandangin Nikmati Akses Air

Sampang (ANTARA) - Sebanyak 5.760 kepala keluarga di Pulau Mandangin, Sampang, Madura, Jawa Timur, bisa menikmati akses air minum setelah pemerintah membangun pengelolaan air minum sistem Sea Water Reverse Osmosis di wilayah itu.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto meninjau operasionalisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Reverse Osmosis di Pulau Mandangin tersebut, Jumat.


"SPAM Pulau Mandangin merupakan SPAM pertama yang dibangun Kementerian PU sebagai pilot project yang memanfaatkan penggunaan air laut tanpa bahan kimia tetapi dengan menerapkan penggunaan teknologi Reverse dengan kapasitas 5 lt/detik," katanya di sela-sela sambutan meresmikan pengoperasian penyaringan air laut menjadi air minum itu.

SPAM-SWRO ini memberikan akses terhadap kebutuhan air minum kepada 5760 KK atau 18.700 penduduk yang hidup di Pulau Mandangin. Hadir mendampingi Menteri PU adalah Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Bupati Sampang Noer Tjahja dan Dirjen Cipta Karya Kementerian PU Budi Yuwono.


SPAM Pulau Mandangin diresmikan bersama 10 SPAM lainnya pada Jumat sore, tanggal 10 Agustus 2012 bertempat di Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jatim.

Pembangunan SPAM Reverse Osmosis Pulau Mandangin ini merupakan upaya untuk mengatasi kelangkaan air baku juga sebagai upaya meningkatkan ketersediaan akses aman air minum bagi masyarakat, khususnya masyarakat di pulau terpencil yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti pada saat musim kemarau, ditambah kenyataan bahwa daerah-daerah tersebut merupakan daerah rawan air.

Djoko Kirmanto menyatakan, program juga merupakan bagian dari upaya nasional untuk mencapai target MDGs 2015 yaitu 68,87 persen penduduk memiliki akses terhadap air minum yang aman dan 41,03 persen penduduk memiliki akses terhadap air minum perpipaan.

Target MDGs bidang air minum nasional adalah meningkatkan proporsi penduduk terhadap air minum yang aman sebesar 68,87 persen pada 2015 dengan proporsi 78,19 persen di perkotaan dan 61,60 persen di perdesaan.

Sementara akses terhadap air minum perpipaan adalah mencapai 41,03 persen dengan proporsi perkotaan 68,32 persen dan perdesaan 19,76 persen. Sejak 2010 hingga 2015, pemerintah pusat menargetkan penambahan 6 juta Sambungan Rumah (SR) baru.

"Tantangan peningkatan kualitas dan pelayanan penyediaan air minum memerlukan kerja sama sinergis antara seluruh stakeholder, komitmen serta mobilisasi sumber dana baik dari perbankan, dunia usaha dan masyarakat," katanya.

Pulau Mandangin yang terletak di Kabupaten Sampang Madura saat ini memanfaatkan tandon air hujan untuk keperluan minum dan masak, sedangkan untuk mandi dan cuci masyarakat menggunakan sumur gali dengan kondisi air payau. Pada saat musim kemarau, masyarakat terpaksa membeli air bersih dengan harga Rp.75.000 per meter3.

"Pembangunan SPAM di pulau Mandangin ini akan memberikan akses kepada masyarakat dengan tarif yang terjangkau, sehingga masyarakat dapat menghemat dengan tarif yang tentunya lebih murah, akses yang mudah, kualitasnya juga memenuhi standar dan kuantitasnya yang terjaga, upaya ini diharapkan juga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sehingga masyarakat menjadi produktif," kata Direktur Jenderal Cipta Karya Budi Yuwono.


Ia menjelaskan, SPAM di Pulau Mandangin, Sampang, Madura ini menelan dana sebesar Rp11 miliar dari APBN dan ditambah APBD Provinsi dan APBD Kabupaten sehingga total pendanaan mencapai hampir Rp15 miliar.

Lebih lanjut Budi menyatakan, dengan teknologi yang prosesnya menggunakan air bertekanan dan membran semipermiabel berukuranan 0,0001 mikron yang mampu menyaring berbagai macam hal termasuk virus, bakteri, bahan kimia dan logam berat.

Oleh sebab itu, pihaknya juga meminta agar semua pihak turut mendukung program pemerintah tersebut. Salah satunya dengan ikut memelihara jaringan air di Pulau Madangin tersebut.(rr)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.