Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso P
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --- Enam orang siswi Madrasah Al Marfuah, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara menjalani pemeriksaan psikologis di Komnas Perlindungan Anak, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (4/11/2011).
Keenam anak itu adalah DK (7) dan kakaknya HN (8), LN (8), DRJ (9), SV (8), dan AS (12), yang datang dengan ditemani orangtua masing-masing. Mereka datang dengan wajah yang ditutupi masker.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, anak-anak itu mengaku telah menjadi korban dari nafsu bejat sang guru ngaji, sekaligus pemilik madrasah, yakni Kosim Chotib (72). Alhasil, pada Selasa lalu (02/11), para orangtua korban pun melaporkan kasus itu ke Komnas PA.
Kemarin, atas desakan sejumlah pihak, sang guru ngaji pun diamankan oleh Polres Metro Jakarta Timur, terkait pelaporan para orangtua korban.
Menurut Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, anak-anak tersebut akan menjalani indepth interview, untuk mengetahui sejauh mana perbuatan sang guru ngaji memperngaruhi mental mereka.
Proses tersebut kata Arist bisa berlangsung lama, pasalnya anak-anak itu harus dibuat nyaman terlebih dahulu, sehingga berani menceritakan semua hal yang dirasakan.
"Setelah itu baru bisa diketahui sejauh mana peristiwa kekerasan tersebut memperngaruhi sang anak," katanya.
Lebih lanjut Arist menjelaskan, setelah diketahui sejauh mana hal itu berakibat, maka dapat diputuskan therapy macam apa yang akan diterapkan pada tiap-tiap anak.
Proses indepth interview menurut Arist dapat memakan waktu beberapa hari, dengan beberapa kali interview.
Desinta (35), salah seorang orangtua korban mengatakan bahwa dari 33 korban yang sudah tercatat, hanya enam orang yang memberanikan diri untuk mendatangi Komnas PA, guna menjalani penyembuhan.
"Banyak orangtua yang malu karena anaknya sudah jadi korban, dan mereka malu untuk datang," tandasnya.



Yahoo! OMG