Liputan6.com, Madrid: Ada apa dengan Cristiano Ronaldo DIA Relatif punya segalanya mulai dari harta, kuasa, sampai wanita. Tapi dengan kelebihan itu semua, Pemain Terbaik Dunia 2008 versi Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) itu kini dilanda kesedihan.
Kegalauan pemain berwajah ganteng ini membuat media di seluruh dunia terusik. Sejumlah asumsi dan dugaan muncul terkait wajah murung mantan pemain Manchester United itu. Mengapa Ronaldo bersedih Apakah tak bahagia di klub besar sekelas Real Madrid
Pemain sepakbola termahal di kolong langit ini dipuja sebagai pemain kelas wahid. Ketampanan dan rambut klimis Ronaldo membuatnya dikelilingi perempuan cantik. Tapi wanita-wanita yang berseliweran membuat hati Ronaldo kering dan sanubarinya dahaga akan cinta.
Sejumlah media massa internasional merangkum tiga penyebab kesedihan pemain Portugal itu. Pertama, pemakai kostum tujuh itu tidak puas dengan bayaran yang diterima. Pemain yang digaji 10 juta poundsterling itu kemudian ia berbuat onar agar gajinya dinaikkan lagi.
Penyebab kedua, pemain Portugal tersebut terbakar iri hati lantaran pemain Barcelona Andres Iniesta terpilih menjadi pemain terbaik versi Uni Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA). Ketiga, CR7 merasa disepelekan padahal merasa sudah memberikan yang terbaik kepada Los Galaticos.
Soal uang. Tudingan itu langsung ditolak Ronaldo. "Ini tidak ada hubungan dengan soal uang," tulis CR7 di Facebook. "Dengan kesedihan itu, saya lantas dituding ingin memperoleh lebih banyak uang. Suatu saat nanti bakal terkuak tudingan itu bakal tidak terbukti."
Ronaldo agaknya lebih memperhatikan soal harga diri, kehormatan diri, dan pengakuan. Ronaldo merasa ia tak mendapat dukungan cinta dari klub, sesama rekan pemain atau fans Madrid. Ronaldo kecewa dengan respons tim berjuluk Los Blancos yang minim akan cinta.
Ia merasa Madrid kurang memberi cinta agar ia terpilih menjadi pemain terbaik Eropa versi UEFA. Lama terpendam dalam kuburan cinta akan diri sendiri, Ronaldo terjerambab oleh frustrasi dengan mekanisme pemilihan kapten di Madrid yang semata-mata dilandasi senioritas.
Cinta Ronaldo dibalas tuba oleh klub kebanggan warga Kota Madrid itu. Dalam tiga tahun membela El Real, pemain kelahiran Medeira ini telah menjaringkan 151 gol. Ia berperan memberi tiga gelar kepada klub, masing-masing Piala Raja, La Liga, dan Piala Raja Spanyol.
Jika pemain yang berharga 80 juta pounds itu terus dibakar iming-iming uang, maka dia akan distempel oleh pecinta bola sejagat sebagai pemain mata duitan. Kapten Portugal ini perlu lebih peka karena ia berada di Spanyol yang nota bene sedang mengalami krisis keuangan.
Pejuang kemanusiaan Martin Luther King menyatakan cinta punya kekuatan untuk menyembuhkan, menenangkan, memberi kekuatan, mengilhami, dan yang terakhir, memberi kehidupan. Hidup adalah cinta, cinta adalah hidup. Tersenyumlah senantiasa kepada badai yang mengamuk.
Jika memang kemujuran, kekayaan, dan kemakmuran kini sedang tersenyum kepada Ronaldo, maka yang perlu dicamkannya, segala keajaiban yang sekarang diperoleh dan diperjuangkan tidak bertahan selamanya.
Ronaldo juga manusia, dia berhak sedih, marah seperti orang kebanyakan. Nah, sebagai prajurit di lapangan bola sejagat, apalagi berjuluk pemain bola nomor wahid, Ronaldo hendaknya bersikap dan bertindak sebagaimana semangat prajurit Romawi.
Hidup yang sejati berarti menjadi seorang prajurit. Kita adalah Ronaldo-Ronaldo itu. Dalam drama Ronaldo, sepakbola tidak hanya berurusan dengan gelontoran fulus. Cinta akan uang membakar rumah, cinta akan kuasa menghanguskan jiwa, cinta akan tahta memiskinkan cinta.(ANT/JUM)

