Kabut Asap

Ada Bukti Koster Terima Uang Permai Group

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dugaan keterlibatan anggota DPR RI, I Wayan Koster dalam penggiringan anggaran di Kemendiknas dan Kemenpora semakin jelas. Pasalnya, ada tanda terima dua paket berisi Rp 5 miliar yang dari Wayan Koster.


"Ada tanda terimanya," kata kurir Permai Group, Lutfie Ardiansyah ketika bersaksi untuk terdakwa Anggelina Sondakh di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (18/10/2012).

Lutfie mengatakan, tanda terima itu diberikan Wayan Koster setelah dirinya mengantarkan paket berisi uang ke ruang kerja Koster, di ruang 613 lantai 6 gedung Nusantara 1 DPR RI.

Tanda terima itu, dikatakan Lutfie berupa tanda tangan yang diterima staf pribadi Wayan Koster bernama Budi Supratna. "Tanda bukti berupa tanda tangan," kata Lutfie.

Ia mengatakan, tanda terima itu, lantas diserahkan ke staf mantan Wakil Direktur Keuangan Permai Group, Oktarina Furi.

"Saya serahkan ke Oktarina Furi," kata Lutfie.

Sebelumnya, Lutfie mengaku dirinya pernah mengantarkan paket berupa uang untuk I Wayan Koster, di ruang 613 lantai 6 gedung Nusantara 1 DPR RI.

Lutfie mengatakan, paket untuk Wayan, diserahkan sebanyak dua kali pada tanggal 5 mei 2010.

Paket pertama, diserahkan pada pagi hari sekitar pukul 10.00 WIB ke ruang Wayan Koster. Paket berisi uang sebesar Rp 2 miliar dipaketkan dalam sebuah kardus printer.

Lutfie mengatakan, setibanya di ruang kerja Wayan Koster, dirinya menyerahkan kardus paket berisi uang kepada penerima Budi Supratna.

Belakangan, dia baru mengetahui kalau Budi adalah asisten dari Wayan koster. "Waktu di pemeriksaan penyidikan saat ditunjukkan foto Budi," kata Lutfie.

Selain itu, Lutfie mengatakan, sore harinya ia diminta mengirimkan paket kedua. Penyerahan paket kali ini, berisi uang sebesar Rp 3 miliar yang dimasukkan dalam kardus rokok ke ruangan kerja Wayan Koster.

Penyerahan kali ini, Lutfie masuk lewat basement untuk bertemu Budi yang sudah menunggunya. Mereka lalu naik ke ruang kerja Wayan dan menyerahkan ke Budi.


(Edwin Firdaus)
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Jajak Pendapat Yahoo!

Setujukah Anda jika Pekan Raya Jakarta kembali diselenggarakan di Monas?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat