Ade Komarudin: Soksi Bentuk Satgas Pencapresan Aburizal

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Depinas SOKSI Ade Komarudin mengatakan pihaknya akan melakukan pencanangan satgas nasional yang dibentuk mulai dari tingkat pusat sampai daerah dan tingkat desa dalam rangka pemenangan Capres Aburizal Bakrie 2014.

"Pengukuhan satgas ini sebagai tindaklanjut keputusan Rapimnas I SOKSI pada 20 Mei 2011 di Medan, kata Ade di Jakarta, Selasa.

Meskipun Partai Golkar belum memutuskan Aburizal Bakrie sebagai capres Golkar, namun SOKSI sejak setahun lalu telah memutuskan Aburizal Bakrie selaku Ketua Dewan Pembina SOKSI sebagai capres untuk diusung pada 2014 mendatang," kata Ketum Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Depinas SOKSI) itu.

Menurut Ade Komarudin, rangkaian Rakornas dan HUT ke-52 SOKSI yang akan berlangsung pada 25-27 Mei 2012 di Gedung Sabuga akan dihadiri 5000 pengurus se-Indonesia akan menjadi ajang unjuk kekuatan.

Apalagi, tambahnya organisasinya merupakan satu-satunya ormas Partai Golkar yang telah mengusulkan pencalonan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie sebagai capres 2014.

"Keputusan itu sudah final dan secara internal hanya organisasi kami yang pertama kali memberikan dukungan pencalonan Aburizal Bakrie sebagai capres 2014. Jadi, pengukuhan Satgas Nasional ini sangat strategis mulai dari tingkat pusat sampai kelurahan dan desa-desa," katanya.

Ade menjelaskan untuk tingkat nasional akan dibentuk sebanyak 500 orang, untuk tingkat provinsi (Depidar) akan dibentuk 300 orang, tingkat kabupaten/kota (Depicab) 200 orang, kecamatan 100 orang, sedangkan kelurahan dan desa (Depiancab) sebanyak 50 orang satgas.


Konsolidasi


Ade Komarudin juga berpesan agar kepengurusan Depidar XVIII SOKSI Sulteng yang baru dilantik harus berkarya dan melaksanakan program catur bangkit SOKSI untuk melakukan konsolidasi organisasi sampai ke desa-desa, melakukan program kaderisasi mulai dari Depicab hingga Depiancap serta program pengabdian kemasyarakatan demi kejayaan Partai Golkar pada Pemilu 2014 mendatang.

"Secara historis hubungan SOKSI dan Partai Golkar tak bisa dipisahkan. Karena itu, SOKSI senantiasa menjaga harmonisasi dalam hubungan yang saling menguntungkan, simbiosis mutualisme," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya harus merebut kembali kejayaan Partai Golkar, sebagaimana yang telah kita lakukan pada masa-masa sebelumnya.

Selain itu, melalui Golkar, pihaknya juga mendorong pendayagunaan kader-kader terbaiknya untuk jabatan strategis, sehingga kader-kader terbaiknya harus mampu menunjukkan dharma-baktinya kepada bangsa dan negara.

"Karena itu, kami harus pro-aktif memperjuangkan agar Partai Golkar kembali memperoleh kepercayaan dari mayoritas rakyat Indonesia pada Pemilu 2014 mendatang," katanya.

Kebangkitan kedua, lanjut Ade Komarudin berjalannya program kaderisasi secara intensif di semua tingkatan SOKSI. Diawal berdirinya, Pendiri Prof DR Suhardiman sudah melakukan kursus kader penerangan kemudian dilanjutkan dengan Pendidikan Politik Kader Bangsa (P2KB).

"Saya optimistis jika P2KB berjalan dengan intensif pada semua tingkatan, maka era kebangkitan dalam proses regenerasi di tubuh organisasi dapat terwujud," tegas dia.

Sedangkan kebangkitan ketiga adalah bangkit dan aktifnya SOKSI dalam melakukan pengabdiannya kepada masyarakat.

"Kedepan, kami harus menjadi bagian dari organisasi yang secara sungguh ? sungguh memperjuangkan kemakmuran rakyat dan menumbuhkan kembali nation and character building, sesuai semangat para founding fathers, yaitu semangat kerakyatan, kebersamaan dengan berasaskan Pancasila," kata dia.

Ade juga menambahkan, kebangkitan keempat dari Catur Bangkit SOKSI adalah kebangkitan ide dan gagasan.

"Ke depan harus menjadi organisasi yang melahirkan ide ? ide besar dan melahirkan gagasan baru yang orisinil dan memberikan solusi bagi permasalahan kebangsaan. (ar)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.