Adik tiri Barack Obama yang tinggal di permukiman kumuh di Kenya mengatakan bahwa ia tidak butuh bantuan dari saudaranya yang berkuasa. Pernyataan itu muncul dalam film dokumenter yang bernada mengritik Presiden AS tersebut.
"Saya rasa dia harus mengurusi keluarganya sendiri. Saya anggota keluarganya, tapi saya sudah dewasa, jadi saya membantu diri saya sendiri," kata George Obama yang diwawancara di bangku taman oleh penulis konservatif Dinesh D'Souza dalam dokumenter berjudul "2016: Obama's America".
D'Souza adalah penulis dari buku laku yang keluar 2011 "Akar Kemarahan Obama". Dia sengaja mencari adik presiden AS tersebut di Nairobi setelah melihat berita akan George Obama yang hidup miskin di ibu kota Kenya.
Klip film itu tidak menunjukkan bahwa sebenarnya Obama muda sempat tinggal di kawasan perumahan orang kaya di Nairobi sebelum kemudian tinggal di permukiman kumuh, bekerja bersama yayasan amal yang ia dirikan untuk membantu pemuda miskin.
Saat D'Souza mengutip Injil dan menyatakan bahwa Presiden Obama gagal dalam tugasnya untuk "menjaga adiknya", George Obama membalas, "Dia punya banyak masalah yang harus ia atasi. Dia merawat dunia, jadi dia juga merawat saya."
Ini adalah untuk pertama kalinya George Obama muncul dalam film. Ia kemudian mengatakan bahwa Kenya mungkin bisa menikmati tingkat pembangunan yang lebih baik jika kolonialisme Inggris (yang berakhir pada 1963) berlangsung lebih lama. "Mereka pasti akan membangun kami. Kini kami terus berperang, berkelahi, saling bertikai tanpa alasan jelas."
Ayah Barack dan George Obama, Barack Obama Senior, adalah seorang ahli ekonomi dan akademisi. Ia memiliki empat istri, termasuk antropolog Ann Dunham, ibu Presiden Obama, dan Jael Otieno, ibu George Obama, yang kini tinggal di Amerika Serikat.
George mengatakan usianya baru enam bulan saat ayahnya meninggal dalam kecelakaan mobil. Ia sama sekali tak punya kenangan akan Barack Obama Senior, meski menurut ibunya, sang ayah adalah orang yang "sangat berpendidikan".
Film dokumenter itu berakhir dengan keadaan kontras antara George Obama di pintu gubuk konblok dan pemimpin Amerika Barack Obama berjalan di taman Gedung Putih.
D'Souza adalah analis kebijakan di administrasi Presiden Reagan. Ia membuat kontroversi saat berargumen bahwa politik Obama adalah perwujudan dari kebencian ayahnya terhadap penjajahan.
"Sepertinya ada sesuatu yang asing soal Obama, dia bukan orang Amerika," kata D'Souza pada sebuah wawancara radio.
Penghargaan buat SBY
- Presiden Dijadwalkan Lakukan Kunjungan Kenegaraan ke SwediaAntara - 6 jam yang lalu
- Pemerintahan Yudhoyono Tak Bertujuan Menerima PenghargaanAntara - 18 jam yang lalu
- Komnas HAM: Toleransi Beragama Indonesia MemburukTempo - Jum, 24 Mei 2013
- Anisa Wahid: Masa SBY, Intoleran Lebih Leluasa Tempo - Jum, 24 Mei 2013
- Adnan Buyung: Dipo Alam Lancang!Tempo - Jum, 24 Mei 2013
- Penegakan HAM Buruk, Politikus Salahkan PemerintahTempo - Kam, 23 Mei 2013
- Imam AS akan Berkunjung ke AuschwitzAntara - Rab, 22 Mei 2013
- Award untuk SBY bertolak belakang dengan laporan Deplu ASMerdeka.com - Sel, 21 Mei 2013
- Walubi: Perlakukan Islam Sama dengan Umat LainAntara - Jum, 17 Mei 2013
- Rusia Mau Belajar Hukum Islam dari Indonesia Tempo - Sel, 14 Mei 2013
- 'Harusnya SBY malu terima penghargaan perdamaian internasional'Merdeka.com - Rab, 8 Mei 2013
- Penyerangan Warga Ahmadiyah, Begini Kata MendagriTempo - Sel, 7 Mei 2013
- Kedubes AS Tolak Surat Protes ke SBY, Rohaniawan KecewaLiputan 6 - Sen, 6 Mei 2013
- Korban intoleransi beragama surati Obama soal award untuk SBYMerdeka.com - Sen, 6 Mei 2013
- Ulil: Pemerintah Tidak Tegas Urus AhmadiyahTempo - Sen, 6 Mei 2013
- Istri Gus Dur Minta Segel Masjid Ahmadiyah DibukaTempo - Min, 5 Mei 2013
- Istri Gus Dur: Solusi Ahmadiyah, cabut SKB 3 menteriMerdeka.com - Min, 5 Mei 2013
- Nyaleg, Edo Kondologit Tertular Spirit JokowiTempo - Min, 21 Apr 2013
- Pembangkang Vietnam Dilarang Bertemu Seorang Pejabat ASAntara - Sel, 16 Apr 2013
- Penghargaan Toleransi Beragama untuk SBY Keliru?Tempo - Jum, 12 Apr 2013
Pilihan Redaksi
1 - 4 dari 24


