Agung Pastikan Ical Calon Tunggal Golkar

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Golongan Karya Agung Laksono mengatakan Aburizal Bakrie merupakan calon tunggal untuk menjadi bakal calon presiden dari partainya. Rapat pleno Dewan Pimpinan Pusat, kata dia, sudah memutuskan Rapat Pimpinan Nasional Khusus untuk mendukung pencalonan Aburizal atau kerap dipanggil Ical.

"Dan arahnya lebih ke pengesahan Pak Ical karena sebelumnya sudah diusulkan (dalam Rapat Pimpinan Nasional 2011), tapi belum ditetapkan," kata Agung yang juga Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat ini di pelataran Istana Negara, Senin 30 April 2012.

Rapimnasus yang rencananya diadakan Juli 2012 mendatang, kata Agung, merupakan forum yang sengaja dicari untuk mengesahkan keputusan tadi. Karena itu kecil kemungkinan usulan bakal calon presiden yang diusung Golkar berubah. "Mungkin ada usulan untuk lebih mematangkan, melanjutkan apa yang telah diputuskan. Tetapi untuk mengubah saya kira kecil kemungkinannya," kata Agung. Walaupun masih terbuka kemungkinan untuk interupsi dalam Rapimnasus.

Permintaan Akbar Tandjung, Ketua Dewan Pertimbangan, agar Rapimnasus tidak langsung menetapkan Ical tampaknya tidak akan banyak diakomodasi dalam Rapimnasus. "Diusulkan bisa saja diusulkan, tapi keputusannya tetap di DPP (Dewan Pimpinan Pusat)," kata dia.

Menurut Agung, hal ini sesuai dengan bunyi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga bahwa pertimbangan dan usulan diperhatikan sungguh-sungguh meski keputusan akhir di tangan DPP.

ARYANI KRISTANTI

Berita Terpopuler Lainnya:

Dahlan Sungkan dengan SBY untuk Jadi Capres

Inilah Pidato Lengkap Wapres Boediono Soal Pengeras Suara Masjid

George Toisutta Bantah di Balik Video Porno Anggota DPR

Apa Motif Anas Memakai Plat Mobil Ganda

Assalammualaikum, Nama saya Lee Teuk

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat