Akbar: Elektabilitas Ical Terus Dicermati

Jakarta (ANTARA) - Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung mengatakan elektabilitas Aburizal Bakrie atau Ical akan terus dicermati hingga pelaksanaan Pilpres pada 2014.

"Golkar telah memutuskan saudara Ical sebagai capres pada 2014. Kita akan cermati terus, sejauhmana penerimaan publik kepada beliau," ujar Akbar Tanjung di Jakarta, Senin.

Jika elektabilitas Ical tinggi, maka dengan mudah Ical bisa maju sebagai calon presiden.

Tapi jika elektabilitas Ical rendah, lanjut Akbar, maka Golkar akan melakukan semacam pertemuan untuk membahas perkembangan politik pada saat itu.

"Tentunya, kita akan mencari solusi yang terbaik. Tidak ada niat untuk melakukan hal itu, tekad kita sudah bulat untuk memberikan dukungan pada Ical dan suara tetap tinggi."


Akbar mengatakan yang paling penting adalah peraihan suara pada pemilihan legislatif.

"Saudara Ical menyebutkan, paling tidak Golkar meraih 20 persen suara," tambahnya.

Jika meraih suara yang cukup, lanjutnya, Ical dengan mudah bisa menjadi dicalonkan sebagai presiden tanpa perlu menggandeng partai lain.

Disinggung mengenai tokoh Golkar yakni Jusuf Kalla yang digadang-gadangkan sebagai calon presiden dari Partai Nasional Demokrat, Akbar mengatakan Golkar belum membahas mengenai hal tersebut.

"Pada 2004, JK menjadi wapres juga bukan dicalonkan dari Golkar. Tapi untuk pastinya, kita lihat saja nanti," lanjutnya.

Aburizal Bakrie atau Ical dideklarasikan sebagai calon presiden dari Partai Golkar di Pemilu 2014 pada Ahad (1/7).

Keputusan tersebut merupakan hasil dari Rapimnas yang dilangsungkan di Bogor pada Jumat (29/6).(rr)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.