Penghargaan buat SBY

Akbar Lebih Berkeringat Dibanding Ical

INILAH.COM, Jakarta - Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Aburizal Bakrie tidak bisa seenaknya maju sebagai kandidat calon presiden tunggal dengan menafikan tokoh senior Golkar lainnya.

Salah satu tokoh senior yang harus dihormati tersebut adalah Ketua Dewan Pembina Golkar Akbar Tandjung. Akbar dianggap lebih berkeringat dibandingkan Ical dalam perjuangan Golkar, terutama sejak era reformasi. Selain Akbar, ada anggota Dewan Pembina Golkar Sri Sultan Hamengkubowono X.

Akbar dan Sri Sultan memulai dari bawah hingga mampu membawa Golkar lebih baik sampai sekarang. Keduanya begitu 'mengakar' di level bawah. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat II mengaguminya.

Ical baru memimpin Golkar sekitar dua tahun. Sedangkan Akbar sudah teruji, pernah memimpin Golkar pada masa sulit yaitu awal reformasi tahun 1998 dan membawa Golkar berada di urutan kedua pada Pemilu 1999. Lalu kemudian sukses menjadikan Golkar sebagai pemenang Pemilu 2004.

"Hamengkubuwono dan Akbar Tandjung bagaimana Golkar dulu dari bottom up bukan top down. Suara Golkar itu suara rakyat. Suara rakyat itu ada di DPD II," kata Ketua Forum Silaturahmi DPD II se-Indonesia Muntasir Hamid, saat dihubungi, Selasa (24/4/2012).

Menurut Muntasir, Ical tidak boleh menjadi kandidat calon presiden tunggal dari internal Golkar. Sebab, banyak tokoh yang tidak kalah populer.

Sebagaimana diberitakan, Golkar sedang dilanda perseteruan yang bermula dari klaim DPP Golkar yang mengaku 27 DPD tingkat I meminta pelaksanaan rapimnasus dipercepat, yang semula direncanakan Oktober 2012 menjadi Juli nanti.

Beberapa tokoh dan kader Golkar protes karena jika percepatan itu dilakukan, Ketua Umum Aburizal Bakrie, bakal terpilih sebagai kandidat calon presiden tunggal dari internal. Padahal, banyak kader 'beringin' yang tidak kalah populer dengan Ical, panggilan Aburizal Bakrie.

Apabila hanya DPD tingkat I yang dilibatkan nanti, Ical berada di atas kertas karena sebelumnya sebagian besar DPD tingkat I telah mendaulat Ical untuk maju sebagai kandidat capres. DPD tingkat II tidak didengar karena tidak memiliki hak suara. [bar]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat