Kenaikan BBM

Akhir Petualangan Sang Koruptor Benih (1)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Wajah pria itu tertunduk saat turun dari mobil Kejaksaan Agung saat ditemani sejumlah personel Jaksa Agung Muda Intelijen (Jam Intel), pada Rabu (1/8) malam.

Namanya Sony Yulianto. Ia berjalan masuk ke ruang Pusat Penerangan Hukum (Puspenkum). Tak lama kemudian, ia pun dilarikan ke Rutan Salemba.

Sony hanya diam, meskipun dihujani pertanyaan seputar penangkapan dirinya. Sesekali dia menggelengkan kepala, enggan menjawab atau mengomentari pertanyaan pewarta.

Nama Sony menghebohkan Kejari Kajen, karena yang bersangkutan terlibat dalam korupsi pengadaan benih.

Kejari dalam penyidikannya setahun lalu menetapkan empat tersangka yakni Sugiyo selaku Direktur PT Dua Sekawan Semarang, Ahmad Muzakim dan Soni Yulianto selaku kuasa direktur PT DA atau pelaksana lapangan, dan Trisno Raharjo selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) di Distanak Kabupaten Pekalongan.

Ahmad Muzakim dan Soni Yulianto menggunakan nama PT Dua Sekawan Semarang untuk mengerjakan proyek tersebut, padahal keduanya tidak memiliki keahlian dalam pengadaan benih padi bantuan. Pengadaan tersebut kemudian terbukti tidak memenuhi standar mutu.

Sonny juga dikenal sebagai kuasa direktur PT Dua Sekawan Ajisayekti atas korupsi proyek pengadaan benih padi dan jagung pada Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pekalongan tahun anggaran 2007.

Nama Sony pertama kali mencuat ketika Dinas Pertanian dan Peternakan (Distan) Kabupaten Pekalongan memperoleh DIPA mengenai Tugas Pembantuan Departemen Pertanian. Dalam pelaksanaan pengadaan benih padi dan jagung kegiatan produksi, produktifitas, dan mutu produk, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 2.687.567.085 pada tahun 2007.

Tertarik dengan proyek itu, Sony dan Ahmad, langsung menghubungi Direktur PT Duasekawan Ajisayekti, Sugiyo Hadi Pranoto, dengan maksud bekerja sama mengikuti lelang. Sugiyo sepakat membuat surat kuasa kepada kedua terdakwa untuk mengikuti rapat pembukaan penawaran lelang pengadaan benih.


PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.