Jakarta (ANTARA) - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) optimistis penjualan mobil hingga akhir tahun ini bisa mencapai 1 juta unit meskipun ada hambatan seperti kenaikan uang muka pembelian sebesar 30 persen.
"Melihat penjualan pada Agustus yang mengalami penurunan sampai 30-35 persen, atau sekitar 77.000 unit, kami perkirakan penjualan bulan lalu mencapai 714.000 unit. Periode Januari sampai dengan Juli, penjualan mobil mencapai 637.000 unit," kata Ketua Umum Gaikindo, Sudirman MR pada acara konferensi pers Indonesia International Motor Show (IIMS) di Jakarta, Kamis.
Dampak kenaikan uang muka sebesar 30 persen, menurut Sudirman, diperkirakan menurunkan penjualan pada bulan ini.
"Penurunan permintaan kendaraan akan terlihat pada akhir bulan ini. Masih ada waktu 3,5 bulan untuk meningkatkan penjualan dan Gaikindo yakin penjualan mobil 2012 tembus 1 juta unit," paparnya.
Agen pemegang merek (APM) yang paling terkena dampak kenaikan uang muka, lanjut Sudirman, merupakan produsen yang memasarkan produk dengan harga di bawah Rp200 juta.
"APM yang menjual mobil dengan harga di bawah Rp200 juta paling merasakan kenaikan DP. Namun, mobil dengan harga di atas Rp200 juta tidak mengalami kendala akibat kebijakan tersebut," ujarnya.
Sudirman menambahkan, Gaikindo melihat permintaan mobil akan terus meningkat seiring membaiknya kondisi perekonomian.
"Dengan kondisi ekonomi yang terus mengalami pertumbuhan, maka daya beli masyarakat terhadap mobil baru akan semakin tinggi," ujarnya.(ar)


