Aksi Geng Motor Pita Kuning Diduga Setahu Atasannya

TEMPO.CO , Jakarta:- Sumber Tempo di lingkungan TNI Angkatan Laut menyatakan bahwa aksi kelompok bersepeda motor pada 7,8, dan 13 April dilakukan prajurit TNI. Aksi perburuan terhadap geng motor itu dilakukan sebagai reaksi atas tewasnya Kelasi Satu Arifin Sari.

"Tidak ada perintah resmi untuk memburu orang-orang yang diduga membunuh Arifin itu. Namun atasan tahu tentang aksi ini," kata sumber yang tek bersedia diungkap identitasnya itu kepada Tempo, Jum'at, pekan lalu.

Anggota TNI Angkatan Laut ini mengaku ikut terlibat dalam penyerangan tersebut. "Aksi ini dilakukan sebagai reaksi atas kematian Kelasi Satu Arifin Siri yang tewas akibat dianiaya anggota geng motor," kata dia. "Bisa dikatakan (operasi) abu-abu.Kami tidak mendapat perintah resmi, tetapi juga tak dilarang melakukan operasi ini."(baca:Aksi Geng Motor karena Polisi Dinilai Lambat) dan (baca:Ada Operasi Abu-abu Geng Motor)

Kelasi Arifin tewas pada 31 Maret saat hendak melerai perselisihan antara pengemudi mobil Avansa yang kendaraannya diserempet sebuah truk kontainer di kawasan Pademangan, Jakarta Utara. Upaya itu memicu pengeroyokan terhadap dirinya hingga menyebabkan Arifin tewas. Paska pengeroyokan ini terjadilah aksi-aksi perburuan terhadap geng motor yang menyebabkan korba tewas, luka, dan beberapa sepeda motor rusak. (baca:Dikeroyok, Arifin Diteriaki 'Ambon Bawa Sangkur' ) dan (baca:James Bon Pemburu Geng Motor )

Kepala Pusat Penerangan TNI Angkatan Laut, Laksamana Untung Suropati menyatakan tidak mengenal istilah Operasi Abu-Abu. "Saya kok belum pernah dengar ya wacana itu, selain dari Anda dan salah satu teman media kemarin," katanya, melalui pesan pendek, kemarin. Untung mengatakan, perlu ada penyelidikan untuk menyimpulkan apakah operasi itu benar ada atau tidak.

Dugaan keterlibatan anggota TNI dalam penyerangan dan pengeroyokan terkait kasus geng motor semakin kuat. Apalagi Panglima Kodam Jaya Mayor Jenderal Waris membenarkan adanya dugaan itu. Bahkan empat anggota pasukan Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) VI Tanjung Priok, Jakarta Utara, sudah ditahan untuk diperiksa.

Menurut juru bicara Markas Besar TNI, Laksamana Pertama Iskandar Sitompul, empat anggota TNI yang diperiksa itu adalah Sersan Dua Yogi Pramana, Sersan Dua Jaka Trima, Prajurit Kepala Mazuri, dan Prajurit Satu M. Khotibul Imam.

Sebelumnya, kepada Majalah Tempo Untung mengatakan, dalam kasus ini sudah enam anggkota TNI AL yang diperiksa. Namun dia tidak bersedia menyebut nama dan pangkat prajurit yang menjalani pemeriksaan itu. Yang jelas, proses pemeriksaan masih berjalan dan dia memastikan siapa pun yang bersalah harus dihukum.

ANGGRITA DESYANI | ATMI PERTIWI | SUSENO

Berita terkait

Rp 15 Ribu Milik Kelasi Arifin Jadi Rebutan

Sangkur Kelasi Arifin Sempat Lukai Dua Orang

Joshua Tidak Kenal Tersangka Lain 

Mengapa Geng Motor Keroyok Kelasi Arifin?  

Alasan Pengendara Yaris Putih Menembak Geng Motor

James Bon Pemburu Geng Motor

Aksi Geng Motor karena Polisi Dinilai Lambat

Siapa di Balik Geng Motor Y-Gen di Jakarta Timur?

Geng Motor 'Pita Kuning' Ternyata Terpecah Dua  

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Jajak Pendapat Yahoo!

Setujukah Anda jika Pekan Raya Jakarta kembali diselenggarakan di Monas?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat