Perang Lawan Geng Motor

Aktivis Rusia Dipaksa Mengakui Plot Pemberontakan

Moskow (AFP/ANTARA) - Seorang aktivis oposisi Rusia mengatakan bahwa ia diculik di Ukraina, diduga dilakukan para agen khusus Rusia, dan disiksa agar bersedia mengakui sebuah plot terhadap Presiden Vladimir Putin.


Leonid Razvozzhayev, yang kini ditahan di sebuah penjara Moskow setelah tim penyelidik mengatakan bahwa ia mengakui sendiri rencana tersebut, mengatakan kepada para aktivis HAM yang mengunjunginya dalam tahanan bahwa ia disiksa dan keluarganya diancam, menurut laporan New Times di situsnya.


Dugaan penculikan Razvozzhayev muncul setelah ia ditetapkan sebagai tersangka dalam penyelidikan dalam sebuah acara TV yang menyatakan bahwa penyelenggara protes telah merencanakan pemberontakan dengan dana asing.


Razvozzhayev, seorang ajudan wakil parlemen oposisi Rusia, berbicara kepada sebuah kelompok masyarakat yang memantau penjara dan seorang jurnalis New Times. Ia mengaku bahwa ia berada dalam sebuah van bersama beberapa pria bertopeng di Kiev, tempat ia mencari suaka.


Badan pengungsi PBB pada Selasa mengatakan bahwa mereka “sangat prihatin” setelah Razvozzhayev menghilang pada Jumat selama istirahat makan siang, saat ia berkonsultasi dengan seorang petugas LSM. (ai/pt)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.