Perang Lawan Geng Motor

Aktivis Suriah Tinggalkan Konferensi Oposisi di Kairo

Beirut (AFP/ANTARA) - Komisi Umum Revolusi Suriah (SRGC) meninggalkan konferensi oposisi di Kairo karena "sengketa" politik, kata pernyataan pada Selasa.

Konferensi dua hari itu, yang dibuka pada Senin di ibu kota Mesir dan di bawah pengawasan Liga Arab, untuk menyatukan visi bersama bagi peralihan di negara itu setelah rencana disahkan negara penting dunia pada akhir pekan lalu.

SRGC mengatakan pihaknya menolak "melibatkan diri dalam sengketa-sengketa politik, dalam menentukan nasib rakyat kami dan revolusi kami" atau menyetuji" agenda-agenda yang menempatkan revolusi antara landasan dan tekanan konflik-konflik internasional dan pemerintah Suriah yang jahat."


Kelompok itu juga mengecam negara-negara besar yang dalam satu pertemuan di Jenewa Sabtu menyetujui satu rencana transisi bagi Suriah yang dilanda konflik itu, setelah disetujui Rusia dan China, sekutu-sekutu pemerintah Damaskus.

SRGC dalam satu pernyataannya menuduh pemerintah Suriah telah melakukan pembunuhan lagi di negara itu.

"Prioritas sekarang adalah terus memperkuat persatuan dikalangan kekuatan revolusisoner Suriah, terutama Tentara Pembebasan Suriah di dalam negeri itu, dan menjamin dukungan internasional bagi pilihan (militer) ini dengan segala cara," katanya.

"Inilah satu-satunya yang dapat memberikan kemenangan bagi revolusi dan dapat mengubah bagi persamaan domestik dan internasional," kata pernyataan itu.

Tentara Pembebasan Suriah memboikot konferensi itu dan menyebut pertemuan Kairo sebagai satu "persekongkolan."


SRGC dibentuk Agustus 2011-- lima bulan setelah dimulainya pemberontakan terhadap pemerintah Presiden Bashar al-Assad-- oleh kira-kira 44 kelompok oposisi dengan tujuan untuk menggulingkan pemerintah itu.

Lebih dari 16.500 orang tewas akibat aksi kekerasan di Suriah sejak pemberontakan itu meletus Maret tahun lalu, kata data kelompok hak asasi manusia Observatorium Hak Asasi Manusia Suriah.

Jumlah ini tidak mungkin diverifikasi secara independen, dan PBB tidak lagi menyiarkan perkiraannya sendiri mengenai julah korban tewas itu. (jk)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.