Liputan6.com, Damaskus: Di tengah meningkatnya kekerasan di Suriah, ada kekhawatiran bahwa Al Qaeda memainkan peran penting pada konflik yang terjadi di negara tersebut. Seperti dilansir dari The New York Times, Rabu (25/7), rentetan pemboman bunuh diri di Suriah merupakan bukti kuat terlibatnya Al Qaeda.
Bukti lain yang berkembang menunjukkan bahwa jaringan teroris tengah berusaha melakukan yang terbaik untuk membajak revolusi Suriah. Temuan mengejutkan itu diketahui setelah adanya laporan tentang adanya anggota Al Qaeda yang menyusup di dalam pemerintahan Suriah.
"Kami 100 persen yakin dari koordinasi keamanan dengan pihak berwenang Suriah bahwa nama-nama buronan yang telah ada di tangan kita adalah sama, ingin nama-nama pada otoritas Suriah, terutama dalam tiga bulan terakhir," ungkap Izzat al-Shahbandar, seorang pembantu dekat Perdana Menteri Irak Nuri Kamal al-Maliki.
Bukti yang dipelajari bahwa Suriah telah menjadi magnet bagi kelompok ekstrimis, termasuk yang beroperasi di bawah bendera al Qaeda. Para pejabat Irak juga menyatakan keprihatinan bahwa ekstrimis yang beroperasi di Suriah memiliki kesamaan yang mencolok dengan negara mereka. (Vin)

