Alfred Simajuntak Diminta Gus Dur Gubah Himne PKB  

TEMPO.CO, Jakarta - Selain menjadi guru dan musikus, tidak banyak yang tahu bahwa Alfred pernah menjadi seorang wartawan di Koran Sumber pada 1946-1949 di Jakarta. Dia menceritakan saat itu diajak sahabatnya, Samuel Panjaitan. Dia bekerja di koran tersebut selama tiga tahun. Karier jurnalistiknya terhenti karena Sumber diberedel dan dinilai memberitakan hal yang sensitif pada saat itu. »Waktu itu saya liputan semua bidang, tidak hanya politik,” katanya.

Banyak pengalaman yang dirasakan Alfred. Dia juga pernah diminta Gus Dur untuk membuat lagu himne untuk PKB (Partai Kebangkitan Bangsa). Lagu tersebut didapat Alfred juga secara mendadak sepulang dari pertemuannya dengan Gus Dur pada 1999.

»Saya diminta menggubah lagu himne PKB. Saya juga tidak tahu dari mana dia tahu nama saya. Jadi, saya pergi ke rumahnya, ngobrol, pas pulang di perjalanan saya mendapatkan ilham untuk lagu PKB. Proses pembuatannya cepat. Saya dibayar Gus Dur, tapi saya lupa besarannya berapa,” kata Alfred.

Nama Alfred Simanjuntak tenar karena dialah yang menciptakan lagu Bangun Pemudi Pemuda yang dilantunkan tiap tanggal 28 Oktober dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda. Dia putra pasangan Guru Lamsana Simanjuntak-Kornelia Silitonga, anak pertama dari delapan bersaudara.

Semasa kecil, Alfred sering tampil bernyanyi di acara Natal sejak duduk di Hollands Inlandsche School (HIS) di Narumonda, Porsea, Tapanuli Utara. Kemudian kemahiran musik Alfred berkembang ketika dia belajar di Hollands Inlandsche Kweek School atau semacam sekolah guru atas di Margoyudan, Solo, Jawa Tengah, 1935-1942. Tahun 1954-1956 ia melanjutkan belajar di Rijksuniversiteit Utrecht, Leidse Universiteit, Leiden, Stedelijke, Amsterdam, Nederland.

Sejak tahun 1950, ia bekerja tetap di Badan Penerbit Kristen (BPK) Gunung Mulia, Jakarta, dan sempat menjadi pimpinannya. Akan tetapi, dia tetap aktif di musik. Tahun 1967, dia turut mendirikan Yayasan Musik Gereja (Yamuger) dan pada tahun 1985 memprakarsai Pesta Paduan Suara Rohani (Pesparani).

Hingga kini, Alfred sudah menulis sekitar 42 lagu terdiri dari lagu gereja, kebangsaan, bahkan lagu Melayu yang bertajuk Terumbu Karang.

ALIA FATHIYAH

Berita Terpopuler:

Keponakan Miranda Goeltom Gedor Penjara KPK

Cicak vs Buaya Memanas Lagi, Kini Polri Gugat KPK

Dirut RNI siap Ungkap Anggota DPR Peminta Upeti

Dua Hakim Agung Berseteru, Ada Pengusaha Terlibat?

Berapa Jokowi Kurban? Riya, Tak Perlu Disebut

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat