Kenaikan BBM

Anak Dibawah Usia 12 Tahun Menyebalkan

Ghiboo.com - Ketika kita sedang terelap tidur di sebuah pesawat, tiba-tiba Anda terbangun akibat teriakan seorang anak dari bangku belakang Anda, ini pasti membuat Anda kaget dan sedikit tidak nyaman.


Dan beberapa ketidaknyamanan lainnya akbibat tingkah laku penumpang anak-anak.


Menurut sebuah jajak pendapat baru di kota penyelenggara Olimpiade 2012, Inggris, mengakui bahwa kebanyakan dari mereka bersedia membayar harga tiket lebih tinggi, untuk sebuah penerbangan yang bebas anak.


Hampir dua pertiga responden mengatakan bahwa, anak-anak, adalah momok terbesar dalam penerbangan.


Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh TripAdvisor, 22 % responden mengatakan anak menendang bagian belakang kursi mereka, hal yang paling mengesalkan buat mereka.


Sementara 22 % responden lainnya mengatakan, orang tua yang tidak mengontrol anak-anak mereka adalah hal membuat para penumpang frustasi. Dimana anak-anak tersebut akan bertingkah dan membuat penumpang pesawat tidak nyaman.


Sedangkan 56 % sisanya terganggu dengan berbagai hal.


Masalah anak dalam penerbangan merupakan bukan masalah baru, dan telah menjadi perdebatan, terlebih lagi sejak Malaysia Airlines mengumumkan melarang anak di bawah usia 12 dari dek atas pada pesawat A380 pada bulan April lalu.


CEO, Malaysia Airlines, Tengku Azmil, mengemukanan bahwa, kebijakan ini dibuat karena pihaknya telah menerima banyak keluhan, para penumpang pesawat tidak bisa tidur dari akibat anak-anak menangis.


Dilansir dari dailymail, Kamis (2/8), dalam survei terbut juga mengungkapkan bahwa, demi mendapatkan kenyaman, sebanyak 37 % responden rela membayar ekstra untuk penerbangan bebas anak.


Sementara itu sebanyak 34 % mengatakan, anak-anak harus dilarang naik ke kabin pesawat, dan 36 % mengatakan kelas satu dan bisnis harus steril dari anak-anak demi kenyamanan.



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.