Jakarta (ANTARA) - Tidak menentunya kondisi regional membuat harga komoditas emas akan terus mengalami tekanan dan cenderung ke arah pelemahan.
Head of Research and Analysis PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan di Jakarta, Selasa, pelaku pasar saat ini masih mengamati perubahan situasi politik di Prancis dan Yunani yang mengakibatkan sentimen alih risiko (risk aversion) membayangi pergerakan pasar.
"Sentimen ini diprediksi akan mendominasi pergerakan pasar komoditas emas hari ini," ujarnya saat ditemui ANTARA.
Di sisi lain, lanjut Ariston, keengganan harga emas untuk naik menunjukkan masih tingginya sentimen alih risiko.
Di samping itu, turunnya minat terhadap emas untuk dijadikan basis investasi juga membuat harga emas turut mengalami koreksi.
"Harga emas masih berada pada sekitar garis tren bawah dan masih membuka peluang untuk turun lebih dalam ke level 1.631 dolar AS per troy ons," tambahnya.
Sementara jika dilihat dari level "resistance"-nya membuka peluang kembali ke area 1.655 dolar AS per troy ons.
Namun secara keseluruhan, ujarnya, harga belum akan banyak perubahan dibandingkan harga penutupan Senin (7/5).
Pada penutupan perdagangan Senin (7/5), emas berjangka ditutup melemah tertekan oleh menguatnya dolar AS dan melemahnya pasar komoditas setelah hasil pemilu di Prancis dan Yunani yang dimenangi kubu penentang kebijakan penghematan anggaran.
Emas untuk pengiriman Juni turun 6,10 dolar AS, atau 0,4 persen, menjadi 1.639,10 dolar AS per troy ons di Comex, divisi dari New York Mercantile Exchange. Emas telah melemah dalam empat dari lima sesi terakhir. (tp)



Yahoo! OMG