Berburu Harta Luthfi

Analis: Emas Bertahan di atas 1.620 Dolar

  • Dua Jurus Chatib Basri Meredam Inflasi

    Dua Jurus Chatib Basri Meredam Inflasi

    Tempo
    Dua Jurus Chatib Basri Meredam Inflasi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Muhammad Chatib Basri menyiapkan dua langkah untuk meredam inflasi. Langkah ini diambil menyusul rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi.

  • Emas Jatuh Jelang Kesaksian Bernanke di Kongres

    Antara

    Chicago (ANTARA/Xinhua) - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange jatuh pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena investor tetap berhati-hati menjelang kesaksian Ketua Federal Reserve Ben Bernanke tentang prospek ekonomi AS di Kongres pada Rabu. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni turun 6,5 dolar AS, atau 0,47 persen, menjadi menetap di 1.377,6 dolar AS per ounce. Bernanke pada Rabu akan memberikan keterangan tentang prospek ekonomi AS, sementara Komite Pasar

  • Ini Dia Tiga Bank Barteran Transaksi DBS-Danamon

    Plasadana

    PLASADANA.COM – Asas resiprokal dari otoritas moneter Singapura merupakan harga mati yang diberikan Bank Indonesia, sebelum akuisisi 40 persen saham Bank Danamon disetujui. Untuk siapa asas resiprokal itu?Seperti dilansir Reuters,  Bank Indonesia menetapkan syarat agar pemerintah Singapura memberikan perlakuan yang sama bagi bank Indonesia yang ekspansi ke negara tersebut (asas resiprokal). Asas resiprokal itu harus diberikan pada tiga bank pemerintah: PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara

Jakarta (ANTARA) - Harga emas diperkirakan masih akan bertahan di atas 1.620-an dolar AS per troy ons.

"Dari perhitungan gelombang Elliot, harga emas sedang mencari level atas perhitungan gelombang ketiga atau gelombang C yang mengindikasikan potensi kenaikan emas," kata Head of Research and Analysis PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Selasa.

Meski demikian, kata Ariston dalam risetnya, tetap patut diwaspadai resisten kuat emas di sekitar garis tren penurunan di 1.630-1.633 dolar AS. Untuk "support" terdekat berada di 1.612 dolar AS.

Ariston menilai bahwa sentimen kini bergeser ke Spanyol. Tingkat imbal hasil obligasi tenor 10 tahun Spanyol yang mencapai 7,1 persen pada Senin (18/6) cukup mengkhawatirkan pasar.

"Kita ingat Yunani, Portugal, dan Irlandia saat meminta bantuan bailout dahulu juga setelah tingkat imbal hasil surat utang tenor 10 tahunnya mencapai angka 7 persen," katanya.

Menurut dia, imbal hasil di atas 7 persen ini dianggap sudah terlalu tinggi, yang dapat mengakibatkan negara kesulitan untuk mendapatkan pendanaan di pasar.

Meski Uni Eropa sudah siap untuk mengucurkan dana talangan negara-negara anggotanya, namun dengan ukuran Spanyol yang jauh lebih besar dibandingkan dengan tiga negara yang ditalangi sebelumnya, menjadikan tanda tanya tersendiri mengenai kemampuan Uni Eropa menyiapkan dana bailout itu, tutur Ariston.

Setelah Spanyol, Italia berada di urutan berikutnya dan tingkat imbal hasil obligasi 10 tahunnya juga hampir mendekati 7 persen dan ukuran Italia lebih besar lagi dibandingkan Spanyol.(rr)



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Artikel Bisnis Terpopuler

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat