Jakarta (ANTARA) - Harga emas masih mencoba menguat ke atas 1.600 dolar AS per troy ons, yakni kembali ke area tertinggi pada Jumat lalu (29/6) 1.607 dolar AS per troy ons yang merupakan area resisten cukup kuat.
"Dari sini ada kemungkinan potensi koreksi kembali ke area 1.577-1.584 dolar AS per troy ons," kata Head of Research and Analysis PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra dalam risetnya, Selasa.
Namun, bila resisten berhasil terlampaui, kata Ariston, target atas berikutnya adalah 1.620 dolar AS per troy ons.
Ia mengatakan isu yang membayangi pergerakan emas pada perdagangan Selasa ini adalah mengenai tindak lanjut hasil KTT Uni Eropa akhir pekan lalu.
Sementara di pasar Amerika Utara, emas ditutup melemah, Senin (2/7), seiring meredanya euforia menyambut rencana Eropa untuk membenahi sektor perbankan dan investor mulai melihat dalam jangka panjang harga logam mulia ini akan cenderung melemah.
Untuk kontrak Agustus, emas melemah 6,50 dolar AS, atau 0,4 persen, menjadi 1.597,70 dolar AS per troy ons di Comex, divisi dari New York Stock Exchange.
Akhir pekan lalu, emas melesat 53,80 dolar AS, atau 3,5 persen, menjadi 1.604,20 dolar AS per troy ons, setelah investor menyambut rencana pemimpin Uni Eropa untuk menstabilkan sektor perbankan.
Dalam jangka pendek, emas juga menghadapi tekanan dari menguatnya dolar AS dan lesunya kinerja bursa saham menyusul mengecewakannya data manufaktur China dan AS.
Sementara itu, indeks dolar menguat menjadi 81,873 pada perdagangan Senin, dari posisi akhir pekan lalu di 81,658. (tp)


