Jakarta (ANTARA) - Memasuki akhir pekan ini, Bursa Efek Indonesia diprediksi berada dalam tekanan jual, yang dipicu turunnya indeks Dow Jones sebesar 61,98 poin pada perdagangan di bursa New York, Kamis (3/5).
Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan di Jakarta, Jumat, penurunan indeks ini seiring dengan melemahnya harga-harga komoditas dunia.
"Terkoreksinya harga komoditas diprediksi juga akan memberikan tekanan bagi indeks di bursa saham," kata Edwin dalam risetnya.
Komoditas seperti minyak mentah turun menjadi 102,61 dolar AS per barel (2,48 persen), harga emas melemah menjadi 1.637 dolar AS per troy ons (1,2 persen), timah turun menjadi 21,805 dolar AS per ton (2,66 persen) dan minyak sawit mentah (CPO) merosot menjadi 3.385 ringgit Malaysia per ton (2,2 persen).
Penurunan sektor komoditas ini, lanjutnya, bertolak belakang di tengah kuatnya pertumbuhan pendapatan emiten properti, konstruksi, infrastruktur, konsumsi, semen dan media.
"Indeks akhir pekan ini diprediksi berada pada level 4.201-4.239," tambahnya.
Sementara itu, Research Analyst PT Panin Sekuritas Tbk. Purwoko Sartono mengatakan pada perdagangan Jumat ini indeks akan bergerak "mixed" dengan kecenderungan melemah.
"Saham sektor pertambangan diperkirakan masih akan tertekan pada jangka pendek, di mana rencana pelarangan ekspor mineral dalam bentuk mentah akan segera diumumkan oleh pemerintah," katanya.
Selain itu, harga komoditas yang masih tertekan akibat indikasi melemahnya perekonomian global juga menjadi katalis negatif.
"Gerak indeks berada pada kisaran `support-resistance` 4.190-4.232," ujarnya.
Untuk saham yang direkomendasikan layak dipilih antara lain saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Medco Energy Tbk (MEDC), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), PT Wijaya Karya (WIKA) dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE). (rr)


