Jakarta (ANTARA) - Pergerakan IHSG pada pekan pertama Juli 2012 akan menguji level psikologis 4.000, dengan adanya perkembangan terbaru dari Benua Eropa menjadi pendorong euforia IHSG kembali ke level psikologis tersebut.
Menurut pengamat pasar modal Jimmy Dimas Wahyu, jika IHSG dapat mempertahankan momentum kenaikan tersebut di atas level 4.000 dalam pekan ini, diharapkan mendorong kenaikan lebih lanjut.
"Bila sebaliknya, maka IHSG akan kembali pada tren sideways dengan kisaran perdagangan 3.800-4.000," kata Jimmy dalam risetnya di Jakarta, Senin.
Ia memaparkan selain kesepakatan KTT Uni Eropa yang akan membantu Spanyol dan Italia menghadapi krisis ekonomi, sentimen positif yang masih memengaruhi pergerakan bursa Indonesia, antara lain data penjualan rumah AS yang naik mencapai level tertingginya selama dua tahun terakhir dengan penjualan sebesar 369.000 selama Mei.
Selain itu data harga perumahan di AS yang menunjukkan kenaikan 1,3 persen berdasarkan laporan S&P/Case-Shiller terhadap 19 dari 20 kota. Data klaim tunjangan pengangguran (Jobless Claims) AS turun 6.000 menjadi 386.000 dari 392.000 pada pekan lalu berdasarkan laporan Departemen Tenaga Kerja AS.
Sedangkan sentimen positif domestik yang menggerakkan Bursa Efek Indonesia adalah Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia selama Mei 2012 naik 6,5 poin menjadi 109,0 dari sebelumnya April 2012 sebesar 102,5 terkait rencana kenaikan BBM.
Kemudian pertumbuhan ekonomi Indonesia atau produk domestik bruto (PDB) pada Kuartal I-2012 yang menunjukkan pertumbuhan sebesar 6,3 persen.
Sementara itu, Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang menambahkan bursa global naik tajam pada akhir kuartal I-2012, ketika investor menyambut baik zona euro yang selangkah lebih maju mendekati penyelesaian krisis utang yang telah berlangsung selama 30 bulan.
Perhatian juga tertuju pada rencana bank sentral Eropa (ECB) yang memotong suku bunganya untuk melengkapi kebijakan yang mereka ambil untuk mendorong sektor perbankan dan menekan turun imbal hasil obligasi Italia dan Spanyol.
Data ekonomi AS yang perlu mendapat perhatian dalam pekan ini, yakni `ISM Manufacturing & Construction Spending`, diikuti `Factory Orders` dan `Car Sales` bulan Juni.
Setelah libur `Independence Day` hari Rabu, investor akan disuguhi cukup padat data ekonomi, seperti `weekly jobless claims and mortgage data`, `ADP`s private-sector payrolls report` dan `ISM`s U.S. services-sector index`, data NFP Juni di mana diperkirakan ada tambahan 90.000 pekerjaan baru dengan tingkat pengangguran masih pada level 8,2 persen, urai Edwin.
Sedangkan dari Indonesia, inflasi Juni 2012 menurut perkiraan berkisar 0,02-0,07 persen dan nilai ekspor Indonesia Mei di sekitar 15,96 miliar dolar AS hingga 15,98 miliar dolar AS dengan total ekspor Januari-Mei pada kisaran 80,46 miliar dolar AS hingga 80,48 miliar dolar AS.
"Untuk itu, kami merekomendasikan beli saham Astra International Tbk (ASII), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Vale International Tbk (INCO), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), dan PT United Tractors Tbk (UNTR)," sarannya.(rr)


