Penghargaan buat SBY

Analis: "Support-Resistance" Emas di 1.722-1.740

  • Ini Dasar Penyegelan 12 Sumur Petro China

    Ini Dasar Penyegelan 12 Sumur Petro China

    Tempo
    Ini Dasar Penyegelan 12 Sumur Petro China

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Daerah Kabupaten Tanjungjabung Timur, Aripuddin, mengatakan PT Petro China menolak membantu bahan baku hasil gasnya untuk program pembangunan Perusahaan Listrik Tenaga Gas. Program ini digagas Bupati Tanjungjabung Timur Zumi Zola.

  • Merpati Masuk 20 Maskapai Terburuk di Dunia

    Merpati Masuk 20 Maskapai Terburuk di Dunia

    Tempo
    Merpati Masuk 20 Maskapai Terburuk di Dunia

    TEMPO.CO, Jakarta -Konsultan periset maskapai penerbangan, Skytrax merilis rating 20 maskapai terburuk di dunia. Salah satu yang masuk dalam daftar itu adalah maskapai penerbangan Indonesia, Merpati Nusantara Airlines.

  • Petro China Tegaskan Sumur Migasnya Kantongi Izin

    Petro China Tegaskan Sumur Migasnya Kantongi Izin

    Tempo
    Petro China Tegaskan Sumur Migasnya Kantongi Izin

    TEMPO.CO, Jambi - PT Petro China Jabung International LTD menyatakan telah mengantongi izin sesuai Surat Keputusan Bupati Tanjungjabung Timur Nomor 113 Tahun 2006. Surat dikeluarkan di Muarasabak, ibu kota Kabupaten Tanjungjabung Timur, pada 2 Februari 2006.

Jakarta (ANTARA) - Harga emas terlihat dalam tekanan turun dan tertahan di bawah MA 200 grafik 4 jam di level 1.740, sementara indikator MACD pada grafik 4 jam terbuka ke arah bawah, demikian juga indikator RSI dan "stochastics".

Indikator tersebut menunjukkan potensi tekanan turun pada harga emas. Level 1.722 menjadi "support" terdekatnya, ujar Head of Research and Analysis PT Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, dalam risetnya di Jakarta, Selasa.

Penembusan "support" akan membawa harga melemah ke area "support" selanjutnya di 1.712. Sementara pandangan "bullish" akan terlihat jika harga menembus level "resistance" 1.740.

Hari ini fokus pada pertemuan ECOFIN yang akan membicarakan mengenai proposal penghematan Yunani, katanya.

Diperkirakan ECOFIN belum akan mengeluarkan keputusan penurunan dana bailout bagi Yunani dan bila masih belum jelas waktunya, tutur Ariston, hal ini akan memberikan sentimen negatif ke instrumen-instrumen berisiko termasuk harga emas.

Selain itu, data Sentimen Ekonomi Jerman yang disurvei oleh ZEW akan menjadi "market mover". Pelemahan harga emas akan terpicu bila data ini di bawah prediksi -9,9.

Emas ditutup stagnan Senin (12/11), yang didukung kuatnya pemintaan dari India dan kekhawatiran inflasi di Jepang, namun tertahan oleh ketidakpastian terkait dengan "fiscal cliff" AS dan krisis utang Eropa.

Emas untuk pengiriman Desember ditutup di level 1.730,90 dolar AS per troy ons di Comex, divisi dari New York Mercantile Exchange. Level ini tak berubah dari penutupan akhir pekan lalu.

Harga emas bergerak di 1.725,20 dan 1.738 dolar AS per troy ons. Sementara dalam dua perdagangan sebelumnya, emas menguat hampir 17 dolar AS per troy ons.

Sedangkan untuk perak pengiriman Desember turun 8 sen, atau 0,2 persen, menjadi 32,52 dolar AS per ons, setelah akhir pekan lalu menguat 1,1 persen.

Adapun "fiscal cliff" atau jurang fiskal di AS itu mengacu pada kenaikan pajak dan belanja negara yang akan terjadi pada Januari jika para politisi di Negeri Paman Sam itu gagal mencapai kesepakatan mengenai anggaran yang diajukan pemerintah.(rr)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Artikel Bisnis Terpopuler

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat