Jakarta (ANTARA) - Dirjen Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah (PHU) Anggito Abimanyu menegaskan pihaknya banyak mendapat pesan singkat dari masyarakat yang isinya mendukung pembenahan keuangan sampai pada permintaan pembersihan "tikus" di Kementerian Agama.
Ada permintaan agar segera memberantas "tikus" (koruptor) di Kemenag, kata Anggito pada sambutan pembekalan petugas panitia penyelenggaraan ibadah haji (PPIH) Arab Saudi 1433 H/2012 M di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Selasa malam.
Pernyataan Dirjen PHU yang baru ini disampaikan sebelum dia membacakan sambutan Menag Suryadharma Ali di hadapan 836 petugas PPIH. Mereka akan ditempatkan di wilayah kerja Mekah, Madinah, dan Jeddah. Kegiatan ini mulai berlangsung pada hari Selasa ini hingga 12 Juli 2012.
Ia mengatakan bahwa dirinya adalah seorang ekonom, urus fulus. Namun, kenapa ditempatkan di Kementerian Agama? Dia sendiri mengaku tidak tahu. Akan tetapi, dia berharap mudah-mudahan ini jalan sesat yang benar.
Terkait dengan tikus, dia mengatakan bahwa hal itu merupakan isi dari SMS yang diterimanya. Dari banyaknya SMS masuk ke telepon genggamnya ada yang mendukung, mendoakan, dan meminta berantas "tikus". Bahkan, ada yang minta tambahan porsi haji.
Pada kesempatan itu dia mejelaskan keinginannya meningkatkan pelayanan haji sebab dirinya merasa prihatin persoalan pelayanan belum optimal. Misalnya, katering, sistem online Siskohat yang jika diminta datanya masih terlalu lama.
"Nanti, sistem online jika diminta data, minimal satu jam sudah diperoleh kejelasan. Misalnya, soal keberangkatan jemaah," katanya.
Pembenahan lain adalah pada pelayanan yang transparan. Jika ada calon jemaah haji sudah jelas tanggalnya, tak bisa ada yang menyalip. Sekalipun itu famili atau siapa pun, katanya.
Untuk pembenahan ini, pihaknya akan tegas. Dirinya pun tak akan menerima sogokan. "Saya tak mau terima sogokan," katanya menegaskan.
Anggito mengaku bahwa untuk melaksanakan tugas itu akan menghadapi tantangan berat, termasuk godaannya pun banyak. "Saya mohon doa. Dan, saya yakin bahwa hal itu bisa dilakukan," katanya lagi.
"Saya cari ilmu, cari amal, ladang amalan. Petugas haji juga harus demikian," kata Anggito lagi.
Terkait dengan lambatnya penetapan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang harus dibahas dengan DPR dan kemudian ditetapkan Presiden, dia mengatakan bahwa titik lemahnya ada pada komunikasi.
Untuk itu, diharapkan dapat dibuatkan suatu sistem sehingga pembahasan ke depan tidak bertele-tele, katanya.
Biaya penyelenggaraan ibadah haji diharapkan sudah dapat ditetapkan pada tanggal 13 Juli nanti, katanya.(ar)



Yahoo! OMG