Berburu Harta Luthfi

Anggota DPR Sindir Demo Petani Tembakau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IX DPR dari Partai Demokrat, Nova Riyanti Yusuf, mengkritisi demo ribuan petani tembakau di Jakarta, yang menolak pengaturan zat adiktif pada tembakau dalam Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Tembakau.

"Memang bisnis yang paling enak adalah bisnis yang membuat orang adiktif. Mau sakit sampai mati pun, tidak peduli," ucap Nova di Jakarta, Selasa (3/7/2012).

Menurutnya, setiap warga yang merokok harus bisa menghargai hak asasi orang lainnya yang tidak merokok. Dalam pengamatan Nova, jumlah non-perokok lebih banyak dari perokok.

Politisi muda tersebut mengingatkan, bahwa Indonesia sebagai salah satu negara dari 174 yang ikut menyusun kerangka dan telah meratifikasi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC), maka konvensi itu sudah menjadi hukum internasional.

Dengan begitu, seharusnya RPP Tembakau didukung karena sejalan dengan FCTC.

Nova menuding pergerakan ribuan petani tembakau itu terjadi karena ada pihak tertentu yang bohongi atau memberikan pemahaman yang salah, bahwa RPP tembakau dan ratifikasi FCTC akan mencederai petani tembakau.

"Isi RPP dan FCTC adalah regulasi agar ada hak bagi non-perokok tidak menjadi perokok pasif. Dan apa kita tidak malu anak-anak kecil beredar di Youtube sedang merokok," ujarnya.

Nova menjelaskan, terkait RPP ini, Kementerian Kesehatan sudah banyak berkompromi dengan industri rokok. Misalnya, di awalnya iklan di billboard maksimal 12 meter persegi, namun di RPP dibolehkan hingga 72 meter persegi.

Ia mengklaim bahwa penekanan RPP tembakau sifatnya mengatur agar asap
rokok tidak sembarangan lagi menyakiti non-perokok.

Sebelumnya, Ketua Komisi IX dari PDI Perjuangan, Ribka Tjiptaning, justru mendukung demo para petani tembakau tersebut.

Menurutnya, RPP Tembakau itu akan merugikan petani tembakau Indonesia mengingat akan ada pengaturan terhadap takaran bagi rokok kretek. Sementara, disinyalir produsen rokok putih dari luar negeri akan memainkan pasaran rokok di Indonesia.

Dalam pernyataan, Nova tak menyinggung soal kepentingan produsen rokok putih nantinya. Ia hanya menekankan bahwa harus ada standrisasi untuk melindungi warga yang tidak perokok.

Nasional Populer
  • Senior Golkar Khawatir Korupsi Al Quran Hancurkan Golkar
  • Mobil Danyon 431 Ditembak Orang Tak Dikenal di…
  • DPR Setuju KPK Tinggal Bangun Gedung Baru
  • Mindo Rosalina Manullang Bebas pada Pertengahan Juli 2012
  • Sidang Perdana Dhana Widyatmika Digelar Pagi Ini
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat