Surabaya (ANTARA) - Anggota Komisi D Bidang Kesra DPRD Surabaya mempertanyakan keberadaan Badan Amil Zakat atau BAZ setempat yang dinilai kurang bisa mengakomodir kepentingan masyarakat yang membutuhkan.
Anggota Komisi D DPRD Surabaya Masduki Toha, Selasa, mengatakan, setelah pihaknya mengamati dari sejumlah wilayah di Surabaya ternyata tidak banyak orang yang mengetahui tentang keberadaan BAZ. "BAZ di Surabaya tidak hidup tidak mati," katanya.
Menurut dia, pihaknya menilai BAZ kurang memberikan sosialisasi ke masyarakat terkait visi dan misinya. Bahkan di tingkat kelurahan, lanjut dia, tidak banyak orang yang mengetahuinya.
"Justru LSM-LSM yang kelihatan kinerjanya menjemput dan mengantarkan zakat," ujarnya.
Oleh karena itu, kata dia, pihaknya meminta kepada Pemkot Surabaya mendorong BAZ lebih diberdayakan untuk kepentingan masyarakat miskin. "BAZ harus mampu mengangkat harkat derajat orang miskin," katanya.
Sebenarnya, kata dia, BAZ bisa optimal dengan cara memanfaatkan sekitar 23 ribu PNS di Surabaya.
"Paling tidak adanya zakat mal bisa dimanfaatkan tiap bulan untuk mendanai para siswa berprestasi dari keluarga miskin," ujarnya.
Masduki memberikan contoh di Kota Padang, dimana peran BAZ dioptimalkan. Bahkan bantuan pendidikan dari BAZ diberikan kepada warga yang tidak mampu dari jenjang TK, SD, SMP, SMA, S1 dan S2.
"Ini perlu dicontoh agar BAZ di Surabaya diberdayakan," ujarnya.(rr)


Yahoo! OMG