Berburu Harta Luthfi

Anggota Mapala UI: Sedih Lihat Kondisi Lokasi Sukhoi Jatuh

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Prawira Maulana

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Ridwan Hakim(20) salah satu anggota Mahasiswa pecinta alam UI mengaku sedih saat menaklukkan jalur evakuasi korban jatuhnya Sukhoi Superjet 100 yang terkenal 'angker' di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat.

Perasaan yang didapat dari menaklukkan Gunung Salak kali ini menurut Ridwan berbeda dengan apa yang dirasakannya saat menaklukkan gunung-gunung lainnya.

"Biasanya kalau tiba di puncak kita gembira, tapi kali ini saya sedih," ujarnya saat berbincang dengan Tribunnews.com, Sabtu(12/5/2012) di Posko Cijeruk.

Ridwan sedih pada apa yang dilihatnya di tempat kejadian.

"Puing-puing berserakan di sekitar tebing dan potongan tubuh manusia tersangkut di pohon-pohon," katanya.

Ridwan mengaku saat tiba sama sekali tak melihat ada tanda-tanda kehidupan. Kondisi tubuh korban yang ditemukan pun mengenaskan.

"Rambut yang terpisah dari tubuh tersangkut di pohon, ada wajah manusia tapi tulang tengkoraknya sudah remuk," kata Ridwan sambil menutupi mulutnya dengan tangan.

Proses evakuasi awal itu berlangsung sekitar dua jam. Pukul 13.00 Wib, Ridwan memutuskan turun.  Menurut Ridwan, perintah dari Mapala UI untuk dirinya dan dua rekannya cuma sebatas mencapai titik lokasi, membuka jalur.
"Dari Mapala UI ada rekan saya yang lain bertugas untuk evakuasi," katanya.

Ridwan tiba di Pos Komando Kampung Pasir Pogoh sekitar pukul 16.00. Tak berlama-lama beristirahat, selepas Magrib ia memutuskan kembali ke Depok dengan sepeda motornya.

Sebagai anggota Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala), Ridwan mengaku sangat bangga pada keberhasilan ini. Ia baru satu tahun jadi anggota. Ridwan harus menjalani pendidikan selama satu tahun untuk diangkat jadi anggota.

"Saya mau balik ke Sekretariat dulu. Setelah itu baru pulang ke rumah. Kalau ke sana pasti saya diservis kawan karena kami sukses mengerjakan tugas organisasi," pungkasnya.

*Silakan klik di Sini untuk update berita: Pesawat Sukhoi Jatuh

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat