Angkat Besi Tatap Olimpade Brasil 2016

INILAH.COM, Jakarta - Persatuan Angkat Besi dan Binaraga Seluruh Indonesi (PABBSI) tak main-main dalam mempersiapkan tim guna menatap Olimpiade Brasil 2016. Persiapan matang pun mereka lakukan.

Angkat besi menjadi satu-satunya cabang yang mampu mempersembahkan medali di ajang Olimpiade London 2012 kali ini. Melalui dua atletnya, Triyatno dan Eko Yuli, Indonesia sukses meraup medali perak dan perunggu.

Kesuksesan tersebut tak lantas membuat PABBSI jemawa. Persiapan secara berkesinambungan pun segera dilakukan guna menatap Olimpiade Brasil 2016 mendatang.

"Ya, di samping kita ada kebanggaan dapat dua medali di Olimpiade, kita juga ada tantangan. Kita harus siapkan dari sekarang lah buat Olimpiade Brasil. Jangan dua bulan atau tiga bulan sebelum Olimpiade baru serius. Kita juga harus serius siapkan pelatnas dari sekarang dong," Tutur Kabid Binpres PABBSI, Sukandi, saat dihubungin wartawan.

"Kita harus siap dengan tantangan. Jangan putus kalau sudah selesai ajang pertandingan. Misalnya selesai Olimpiade atau Sea Games, persiapan latihan selesai. Kita inginnya nggak seperti itu. Terus berkesinambungan lah. Tiru Thailand yang mampu mencetak bibit prestasi sejak usia dini," sambung Sukandi.

Sukandi juga mengharapkan agar Pemerintah lebih memperhatikan cabang Angkat Besi. Dituturkannya, saat ini Angkat Besi kurang diperhatikan oleh Pemerintah, tidak seperti olah raga bulu tangkis dan sepakbola.

"Sebenarnya kita bermasaah sama dana dan pembinaan ya. Kita ini kurang dana. Mas lihat sendiri kalau Olimpiade baru serius siapain dua bulan sebelum event. Sedangkan targetnya juga besar. Kalau bulu tangkis kan enak mereka ada PB-PB (Perkumpulan Bulutangkis) seperti PB Djarum, PB Tangkas. Nah, kalau di kita seperti itu nggak ada. Ini yang harus pemerintah," tutup Sukandi.[yob]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.