Angkatan Udara Korsel-AS Luncurkan Latihan Besar

Seoul (AFP/ANTARA) - Korea Selatan dan Amerika Serikat Senin melaksanakan latihan udara besar bersama untuk mencegah provokasi Korea Utara di tengah tingginya ketegangan lintas perbatasan, kata para pejabat.

Latihan tahunan yang disebut "Max Thunder" itu akan digelar sampai 18 Mei dan tahun ini melibatkan sekitar 60 pesawat termasuk pesawat tempur, pesawat pengisian bahan bakar KC-135 dan pesawat pengintai AWACS, kata Angkatan Udara Korea Selatan dalam satu pernyataan.

Sekutu akan menampilkan kesiapan dan daya tembak udara bersama dalam situasi perang, katanya.

Dia menambahkan Amerika Serikat dan Korea Selatan akan melatih pilot-pilot untuk "presisi serangan-serangan pada asal provokasi dari pihak musuh".

"Latihan tahun ini adalah yang terbesar dari jenisnya sejak Max Guntur dimulai pada 2008," kata seorang juru bicara angkatan udara kepada AFP.

Pyongyang biasa melancarkan kecaman keras terhadap latihan bersama tahunan Amerika Serikat dan Korea Selatan, namun belum secara fisik menanggapi mereka.

Seoul dan Washington mengatakan mereka hanya defensif.

Korea Utara telah mengancam "perang suci" melawan Korea Selatan sebagai balasan atas anggapan penghinaan selama peringatan Pyongyang pada April untuk seratus tahun kelahiran pemimpin pendiri negara Kim Il-Sung, yang adalah kakek Kim Jong-Un, pemimpin sekarang.

Pekan lalu, pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un memeriksa unit angkatan udara, yang terbaru dalam serangkaian kunjungan militer sejak ia mengambil alih kekuasaan setelah ayahnya Kim Jong-Il meninggal Desember lalu.

Para pejabat Korea Selatan dan AS telah berjanji akan menanggapi setiap provokasi oleh Korea Utara.

Sekitar 28.500 tentara AS saat ditempatkan di pangkalan Korea Selatan.

Seoul menuduh Korea Utara menorpedo kapal perangnya, Cheonan, dekat perbatasan Laut Kuning yang disengketakan pada Maret 2010, yang menyebabkan hilangnya 46 nyawa pelaut Korea Selatan.

Korea Utara membantah serangan itu, tetapi justru menembaki satu pulau perbatasan Korea Selatan, Yeonpyeong, padaNovember tahun itu, yang menewaskan empat orang termasuk warga sipil.(rr)


PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.