INILAH.COM, Jakarta - Perebutan kursi Presiden dalam Pemilu 2014 mendatang diprediksikan bakal berjalan dinamis. Kendati demikian, hingga 2,5 tahun jelang Pemilu Presiden, figur yang dinominasikan justru masih nama lama. Figur Ibu Negara pun tak masuk dalam hitungan kandidat unggulan.
Riset Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang digelar 2-11 Juni 2014 lalu masih menempatkan tiga tokoh langganan survei politik berada di tiga besar. Mereka adalah Megawati Soekarnoputri (18,3 persen), Prabowo Subianto (18,0 persen) dan Aburizal Bakrie (17,5 persen).
Menurut peneiliti LSI Adjie Alfarabi, ketiga tokoh tersebut masuk kategori calon presiden di level papan atas. "Capres divisi utama saat ini adalah pertarungan tiga tokoh saja, yakni Megawati, Prabowo dan Aburizal Bakrie," kata Peneliti LSI, Adjie Alfarabi dalam rilis hasil riset LSI di Jakarta, Minggu (17/6/2012).
Bertenggernya nama Prabowo Subianto di level papan atas kandidat calon presiden nyatanya tak diiringi dengan keterpilihan Partai Gerindra yang ia bina. Dalam survei LSI di periode yang sama, Partai Geirndra hanya di kisaran tak sampai 5 persen.
Menariknya, LSI juga memotret siapa calon presiden yang dipilih oleh responden yang memilih Partai Demokrat? Mayoritas responden yang memilih Partai Demokrat memilih Ani Yudhoyono sebagai calon presiden dengan memperoleh dukungan 12,6 persen.
Berturut-turut kader Partai Demokrat lainnya seperti Anas Urbaningrum 4 persen, Andi Mallarangeng 3,8 persen, Soekarwo 3,3 persen, Djoko Suyanto 3,3 persen dan Marzuki Alie dengan 2,5 persen.
Nama Ani Yudhoyono beberapa waktu lalu sempat dimunculkan oleh kader Partai Demokrat meski belakangan, kader partai itu dilarang menyuarakan nama Ibu Negara tersebut untuk diwacanakan sebagai calon presiden. Dalam beberapa kesempatan SBY menegaskan istrinya tidak akan maju dalam Pilpres 2014 mendatang.
Figur Ani Yudhoyono juga tidak bisa menandingi kandidat lainnya. Karena jika pemilu presiden digelar saat survei berlangsung, Ani Yudhoyono hanya mampu meraih dukungan 6,5 persen jauh di bawah Megawati Soekarnoputri, Prabowo Subianto, dan Aburizal Bakrie. Angka tersebut di bawah persis Hatta Rajasa yang meraih dukungan 6,8 persen.
Ketiadaan figur kandidat presiden di Partai Demokrat pada akhirnya berimbas pada keterpilihan partai ini. Dalam riset LSI juga terungkap, keterpilihan Partai Demokrat hanya di angka 11,3 persen. Perolehan ini di bawah Partai Golkar (20, 5 persen) dan PDI Perjuangan (14,0 persen). [mdr]



Yahoo! OMG