Liputan6.com, Serang: Sudah sebulan lebih, masalah antrean truk ekspedisi di Pelabuhan Merak, Banten, belum teratasi. Bahkan, Sabtu (7/7), panjang antrean truk di luar pelabuhan mencapai 18 kilometer.
Kondisi kesehatan para supir truk mulai terganggu karena kurang istrahat. Mereka juga terpaksa berutang untuk makan karena sudah terlalu lama di perjalanan.
Penyeberangan terhambat akibat terbatasnya kapal roro di lintasan Merak-Bakauheni. Hanya ada 20 unit yang beroperasi padahal di musim libur sekolah dan menjelang Ramadan dibutuhkan 26 hingga 33 kapal.
Sementara di Bulukumba, Sulawesi Selatan, sudah dua pekan puluhan truk pengangkut sembako tertahan di Pelabuhan Bira. Puluhan truk dengan tujuan Tondasi, Sulawesi Tenggara dan Nusa Tenggara Timur ini belum dapat diberangkatkan karena cuaca buruk dengan ketinggian ombak mencapai tiga meter.
Para supir mulai resah karena berhari-hari menginap di atas truk dengan persediaan uang yang semakin menipis. Mereka juga khawatir bahan pokok dan sembako yang diangkut akan rusak. (YUS)

