Berburu Harta Luthfi

Apa Salah Amerika?

TRIBUNNEWS.COM - Innocence of Muslim, sebuah film murahan yang harus ditukar dengan nyawa, sebuah tindakan yang menimbulkan tanda tanya moral, apa pantas sebuah film murah harus dibayar mahal dengan sebuah nyawa yang nilainya jauh lebih mahal.

Kalau bicara pelecehan agama, ya itu memang benar, tapi apakah pelecehan sebuah agama harus disikapi dengan “angkat pedang, angkat senjata, atau angkat tindakan anarkis lainnya”? Lalu pertanyaan sederhana muncul lagi, kenapa harus Amerika yang diserang? Kenapa harus Negara Amerika yang mengalami tumbal nyawa tersebut? Terlalu cepat mengambil kesimpulan sehingga menimbulkan “salah bunuh”. Kenapa? Jelas saja, karena pembuat film tersebut bukan berasal dari Amerika Serikat, tapi dari Mesir!

 Lalu setelah begini, siapa yang mau bertanggung jawab? Yang ada malah makin menimbulkan penodaan agama? Apa salah para konsulat Amerika sampai harus menerima tumbal nyawa? Jadi bila disitu ada 1 keluarga konsulat, apakah sekeluarga itu akan dihabisi juga nyawanya? Sekejam itukah?

Hendaknya sebagai manusia yang beragama, harus masih lebih memiliki hati nurani yang baik dalam menyikapi suatu persoalan pelecehan agama, Tersulut? Sudah pasti. Tapi mungkin ada yang mengatakan, itu kan bukan agama mu yang dilecehkan? Masih ingat kisah The Da Vinci Code kan? Sebuah novel sekaligus film yang sangat memutar balikan fakta, tapi tidak sampai menimbulkan perbuatan anarkis dari agama Kristen untuk merenggut sebuah nyawa.

Sebagai penulis, saya tidak mau terlalu menggunakan ayat-ayat suci, karena penulis sendiri bukanlah ahli agama bahkan ahli kitab suci manapun, namun saya hanya ingin menekankan nilai pantas sebuah film untuk merenggut sebuah nyawa.

Kiranya ini jadi pelajaran bersama agar lebih berhati-hati dalam mengambil kesimpulan. Ini bukti hanya karena rasa tidak suka terhadap Amerika, sehingga segala sesuatu yang buruk selalu diidentikan dengan Amerika. Lihat personalitynya, jangan lihat negaranya bahkan agamanya.

Salam,

 

TRIBUNNERS TERBARU

  • Siswa TK Telat Dihukum Tak Boleh Masuk Kelas
  • Tim Putri Juara Grup C dan Peringkat 24…
  • TOP TV Batam Semena-mena Memutuskan Siaran ke Pelanggan
  • Pembiaran Benih-benih Terorisme Sebuah Perjudian Konyol
  • Mubes XI PPI di Yaman Berlangsung Sukses
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.