Oleh Eric Pfeiffer, Yahoo! News | The Sideshow
Beberapa ahli fisika dan peneliti universitas mengatakan kita bisa menguji teori apakah seluruh alam semesta kita berada di dalam simulasi komputer, seperti dalam film “The Matrix” (1999).
Pada 2003, profesor filsafat University of Oxford, Nick Bostrom, menerbitkan sebuah makalah, “The Simulation Argument” yang menyatakan bahwa, "kita hampir pasti tinggal dalam simulasi komputer." Sekarang, sebuah tim di Cornell University mengatakan telah menemukan metode yang layak untuk menguji apakah kita semua hanya serangkaian angka dalam permainan komputer kuno atau tidak.
Para peneliti di University of Washington setuju dengan metode pengujian tersebut, dan mengatakan hal itu bisa dilakukan. Sebuah proposal serupa dikemukakan oleh ahli fisika Jerman pada November.
Jadi bagaimana, tepatnya, kita bisa menguji apakah kita nyata? Sederhananya, para peneliti membangun model simulasi mereka sendiri, dengan menggunakan teknik yang disebut lattice quantum chromodynamics. Dan meskipun model-model itu saat ini hanya mampu menghasilkan model yang hanya sedikit lebih besar dari inti atom, profesor fisika University of Washington, Martin Savage, mengatakan prinsip yang digunakan dalam menciptakan simulasi itu dapat diterapkan pada skala yang lebih besar.
"Ini adalah pengujian pertama yang bisa dilakukan untuk ide seperti itu," kata Savage. "Jika Anda membuat simulasi yang cukup besar, sesuatu seperti alam semesta kita muncul."
Metode pengujian tersebut jauh lebih kompleks. Menurut penjelasan Cornell University: "Menggunakan sejarah perkembangan teknologi teori lattice sebagai panduan, kami asumsikan bahwa alam semesta kita adalah sebuah simulasi numerik awal dengan diskritisasi fermion Wilson yang tidak berkembang dan menyelidiki konsekuensi yang berpotensi untuk diamati."
Untuk menerjemahkannya, jika tanda energi dalam simulasi kita sesuai dengan yang ada di alam semesta pada umumnya, ada kemungkinan kita berada dalam sebuah simulasi.
Menariknya, salah satu mahasiswa Savage mengambil hipotesis lebih lanjut: Jika kita mengetahui sifat dari keberadaan kita, akankah kita kemudian mencari cara untuk berkomunikasi dengan peradaban yang menciptakan kita?
Mahasiswa University of Washington, Zohreh Davoudi, mengatakan bahwa siapa pun yang membuat simulasi alam semesta kita mungkin juga telah menciptakan alam semesta yang lainnya, dan mungkin kita “hanya” harus berusaha berkomunikasi dengan mereka.
"Pertanyaannya adalah, ‘Dapatkah Anda berkomunikasi dengan mahluk hidup di semesta lain jika mereka berada di platform yang sama?’” ujarnya.
Penghargaan buat SBY
- Presiden Dijadwalkan Lakukan Kunjungan Kenegaraan ke SwediaAntara - 18 jam yang lalu
- Pemerintahan Yudhoyono Tak Bertujuan Menerima PenghargaanAntara - Jum, 24 Mei 2013
- Komnas HAM: Toleransi Beragama Indonesia MemburukTempo - Jum, 24 Mei 2013
- Anisa Wahid: Masa SBY, Intoleran Lebih Leluasa Tempo - Jum, 24 Mei 2013
- Adnan Buyung: Dipo Alam Lancang!Tempo - Jum, 24 Mei 2013
- Penegakan HAM Buruk, Politikus Salahkan PemerintahTempo - Kam, 23 Mei 2013
- Imam AS akan Berkunjung ke AuschwitzAntara - Rab, 22 Mei 2013
- Award untuk SBY bertolak belakang dengan laporan Deplu ASMerdeka.com - Sel, 21 Mei 2013
- Walubi: Perlakukan Islam Sama dengan Umat LainAntara - Jum, 17 Mei 2013
- Rusia Mau Belajar Hukum Islam dari Indonesia Tempo - Sel, 14 Mei 2013
- 'Harusnya SBY malu terima penghargaan perdamaian internasional'Merdeka.com - Rab, 8 Mei 2013
- Penyerangan Warga Ahmadiyah, Begini Kata MendagriTempo - Sel, 7 Mei 2013
- Kedubes AS Tolak Surat Protes ke SBY, Rohaniawan KecewaLiputan 6 - Sen, 6 Mei 2013
- Korban intoleransi beragama surati Obama soal award untuk SBYMerdeka.com - Sen, 6 Mei 2013
- Ulil: Pemerintah Tidak Tegas Urus AhmadiyahTempo - Sen, 6 Mei 2013
- Istri Gus Dur Minta Segel Masjid Ahmadiyah DibukaTempo - Min, 5 Mei 2013
- Istri Gus Dur: Solusi Ahmadiyah, cabut SKB 3 menteriMerdeka.com - Min, 5 Mei 2013
- Nyaleg, Edo Kondologit Tertular Spirit JokowiTempo - Min, 21 Apr 2013
- Pembangkang Vietnam Dilarang Bertemu Seorang Pejabat ASAntara - Sel, 16 Apr 2013
- Penghargaan Toleransi Beragama untuk SBY Keliru?Tempo - Jum, 12 Apr 2013
Berita Lainnya
- Cara Membuat Startup Menurut Bill Gross
- Berakhirnya Era Pemasaran Tradisional
- Apakah anak jenius lebih baik keluar sekolah?
- Anatomi dari Bisnis Model Freemium yang Menguntungkan
- Mitos Lean Startup : “Lean” dan “Bootstrap” adalah Dua Hal Berbeda
- Merry Riana Membeberkan Cara Dasar Memiliki Mobil Impian
- Samsung Ciptakan Terobosan Ponsel 5G
- Israel Bantah Tembak Bocah Palestina 13 Tahun Lalu
- Taktik Cantik Siasati Bulu Mata
- Iran Berencana Kembangkan Kerja Sama Pariwisata dengan China
- Sampah yang Membawa Berkah di Tangan Bu Haji
- Cara Menambah Follower di Twitter dengan Tweetadder
- Popzzle, Kembalikan Keceriaan Anak-Anak Indonesia Lewat Lagu
- Tersingkir, Nu Dimension Pulang dengan Bangga
Pilihan Redaksi
1 - 4 dari 24


