Perang Lawan Geng Motor

Aparat Gabungan Blokade Jalan Antisipasi Bentrokan Susulan

Waypanji, Lampung Selatan (ANTARA) - Ribuan personel pengamanan gabungan memblokade jalan menuju Desa Sidoreno atau Kampung Balinuraga di Kecamatan Waypanji, Kabupaten Lampung Selatan untuk mencegah bentrok susulan karena massa berupaya merangsek ke sana.

"Aparat gabungan yang disiagakan sebanyak 2.159 personel," kata Kapolres Lampung Selatan, AKBP Tatar Nugroho, di Desa Sidoreno, Kecamatan Waypanji, Senin siang.

Dia menyebutkan, aparat gabungan itu berasal dari unsur TNI-AD dan Marinir TNI AL sebanyak 748 orang, bantuan dari Brimob Mabes Polri 300 personel, Brimob Polda Banten 100 personel, dan sisanya dari Polda Lampung, Polres Lampung Selatan, dan Polres Metro serta Polres Lampung Timur.

Kapolres Lampung Selatan itu mengemukakan, saat ini pihak kepolisian memblokade jalan masuk menuju Desa Sidoreno sepanjang lima kilometer sampai Jalan Lintas Tengah Sumatera jalur Kalianda-Bandarlampung sebanyak enam lapis blokade, untuk mencegah timbul bentrokan susulan antara warga itu.

Kondisi di Desa Sidoreno, Waypanji, Senin siang, terlihat sejumlah aparat gabungan siaga berjajar di jalan untuk memblokade massa yang berusaha masuk ke Desa Sidoreno.

Selain itu, mereka juga memasang kawat berduri, menyiagakan dua kendaraan `water canon`, dan sejumlah senjata gas air mata.

Situasi di Kecamatan Waypanji juga nampak belum kondusif, rumah-rumah warga dan warung-warung masih tutup, karena warga setempat takut menjadi sasaran amuk massa tersebut.

Menurut informasi di lapangan, saat ini, pada barikade pengamanan aparat di lapis pertama atau di jalan masuk ke Kecamatan Waypanji, terdapat ribuan orang gabungan dari beberapa desa di Kecamatan Kalianda sedang berkumpul.

Informasi dari petugas pengamanan, menyebutkan bahwa mereka berusaha menembus barikade aparat gabungan di jalan masuk yang bersinggungan dengan Jalan Lintas Sumatera itu.

Hingga saat ini, aparat gabungan masih mampu menahan upaya ribuan orang yang memaksa merangsek untuk menembus pengamanan petugas, agar dapat masuk ke desa yang mereka tuju.(rr)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.