INILAH.COM, Jakarta - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menghabiskan biaya eksplorasi (opex) sebesar US$554,14 ribu sepanjang April 2012 dari anggaran yang dipersiapkan sebesar US$693,35 ribu.
Dalam keterangannya ke BEI, Dileep Srivastava, Direktur & Corporate Secretary BUMI menyampaikan selama April 2012, perseroan melalui anak usahanya PT Kaltim Prima Coal (KPC) telah melakukan kegiatan pengeboran di daerah Tania Dump, Elang North, Inul East, dan Inul K West. Untuk year to date (YtD), BUMI melalui KPC telah menghabiskan opex senilai US$2,58 juta dari anggaran yang dipersiapkan sebesar US$2,84 juta. Sedang untuk 2012 ini BUMI menganggarkan opex sebesar US$9,65 juta untuk KPC.
Untuk pengeboran Inul East disampaikan telah mencapai 43%, Pit Tania Dump Denial 7%, Pit Inul K West 77%, dan Pit Elang North 1%.
Untuk Mei 2012, perseroan akan terus melanjutkan eksplorasinya di Tania Dump, Inul East, Inul K West, dan Elang North Bengalon.
TEMPO.CO, Singapura - Pemerintah Singapura mendesak pemerintah Indonesia untuk mengungkapkan identitas perusahaan yang dituding melakukan pembakaran hutan. Menteri Luar Negeri dan Hukum Singapura, K. Shanmugam, mengatakan hal ini penting dalam upaya penegakan hukum, terutama karena tindakan mereka merugikan banyak pihak. "Mereka telah jelas-jelas melanggar hukum yang masuk dalam yurisdiksi Indonesia," kata dia seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis, 20 Juni 2013. …


