Penghargaan buat SBY

Areswendo: Siapa Lagi Kalau Bukan Jokowi?

Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Bahri Kurniawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Salah satu tokoh yang mendukung Calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo adalah budayawan eksentrik, Arswendo Atmowiloto.

"Sejak Desember tahun lalu saya sudah tulis, Jokowi jadi DKI-1. Karena rakyat Jakarta ingin hidup lebih baik, sejahtera, tanpa korupsi. Siapa lagi yang mau dipilih kalau bukan Jokowi-Ahok," tutur Arswendo pada acara buka puasa bersama alumni UI dan relawan Rumah Sarwono Shalat Maghrib, di bilangan Pasar Minggu, Jakarta, Minggu (12/8/2012) malam.

Sebagai seorang pendukung, Arswendo mengaku yakin pasangan Jokowi-Ahok akan menang dalam Pilkada putaran kedua nanti, apapun serangan yang dialamatkan kepada mereka tidak akan berpengaruh, termasuk serangan-serangan bernuansa SARA.

"Ya pasti menang, itu gak usah diragukan lagi," tukas Arswendo kepada Tribun.

Terkait kenyataan bahwa partai-partai besar memberikan dukungan mereka kepada kandidat rival, Arswendo mengatakan hal tersebut tidak akan mempengaruhi kemenangan Jokowi putaran kedua nanti.

"Biarin, kebenaran kan gak dimonopoli partai," tandas pria berambut gondrong tersebut seraya tertawa.

Seperti diketahui, Jokowi lolos ke putaran kedua Pilkada DKI Jakarta setelah berhasil menjadi pengumpul suara terbanyak pada putaran pertama. Di putaran kedua nanti, Jokowi akan berhadapan dengan calon incumbent, Fauzi Bowo yang mendapat tambahan dukungan dari Partai Golkar, PPP, dan PKS.

baca juga:

  • Tur Jawa Selesai, Anas Yakin Demokrat Menang pada 2014
  • Bhatoegana: Menginterupsi Pidato SBY Biar Tenar
  • Pidato Kenegaraan SBY Rawan Diinterupsi DPR
  • Peneliti: Parliament Threshold Paling Pas 5 Persen
  • Wacana Revisi UU KPK Rawan Agenda Terselubung
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat