Kenaikan BBM

Asinan yang Terkontaminasi Tewaskan Enam Orang di Jepang

Tokyo (AFP/ANTARA) – Enam orang tewas setelah mengonsumsi asinan yang terkontaminasi bakteri E.coli di Jepang utara, ujar pihak berwenang pada Minggu, dalam sebuah keracunan makanan paling besar di negara tersebut dalam 10 tahun terakhir.


Sekitar 103 orang lainnya sakit setelah mengonsumsi asinan kubis kemasan China yang diproduksi pada akhir Juli oleh sebuah perusahaan di kota Sapporo, seperti dikutip dari buletin kesehatan yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat.


Dari korban meninggal, lima di antaranya merupakan orang usia lanjut yang memakan asinan tersebut di panti jompo di Sapporo dan di kota lain di pulau Hokkaido.


Seorang anak perempuan berusia empat tahun meninggal pada 11 Agustus, lima hari setelah mengalami gejala keracunan E.coli, ujar petugas di pusat kesehatan Sapporo.


“Ia dan keluarganya biasa memakan asinan kubis dari perusahaan tersebut, yang sering mereka beli di supermarket setempat. Namun tidak jelas kapan ia mengonsumsi produk yang terkontaminasi tersebut,” ujar Seiichi Miyahara pada AFP via telepon.


Dua orang berusia sekitar 90 tahun meninggal pada Kamis di kota Ebetsu, sekitar 10 hari setelah mereka dirawat karena mengalami gejala keracunan makanan setelah memakan asinan di panti jompo.


“Tidak mudah untuk memastikan bagaimana bakteri tercampur dalam asinan tersebut. Kami masih belum tahu apakah ada masalah besar dalam kendali sanitasi dalam perusahaan tersebut,” ujar petugas.


Pada 2002, sembilan orang meninggal akibat keracunan bakteri E. Coli setelah mengonsumsi asinan ayam dan sayuran dari sebuah rumah sakit di panti jompo, di kota Utsunomiya, Tokyo utara. (ik/mp)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.