INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia melemah 36,21 poin atau 0,9% ke 3.959,81 pada penutupan perdagangan Kamis (23/2/2012). Volume perdagangan mencapai 5,3 miliar saham senilai Rp4,1 triliun.
Pada penutupan perdagangan tercatat 167 saham melemah, 58 saham menguat dan 120 saham stagnan. IHSG mengalami net foregin sell hingga Rp122,1 miliar dengan pembelian asing Rp1,5 triliun dan penjualan asing mencapai Rp1,8 triliun.
Indeks JII turun 8,6 poin ke 562,08, indeks ISSI turun 1,4 poin ke 132,79 dan indeks LQ45 turun 9,01 poin ke 684,97. Penurunan terdalam dialami sektor pertambangan hingga 29,08 poin ke 2.818,33 disusul sektor aneka industri hingga 22,3 poin ke 1.283. Penguatan hanya dialami sektor properti 0,5 poin ke 258,30.
Indeks tidak memiliki sentimen kuat hari ini dan hanya bergerak di kisaran 3.953-3.994. Jadi indeks tidak mampu menembus level 4.000 lagi. Bursa saham Asia bergerak mixed seperti indeks Hang Seng turun 0,7%, indeks Nikkei naik 0,4%, indeks Shanghai naik 0,2% dan indeks ASX turun 0,1%. Demikian juga dengan bursa Eropa, seperti indeks FTSE naik 0,1% ke 5.924, indeks CAC turun 0,02% ke 3.446,77 dan indeks DAX naik 0,1% ke 6.852.
Jakarta (ANTARA) - Bank Dunia mengalokasikan anggaran baru senilai 2 miliar dolar AS untuk membantu melindungi Indonesia dari goncangan dan volatilitas pasar finansial global pada masa mendatang. "Manajemen fiskal yang `prudent` telah membuat Indonesia melewati krisis global 2008 dengan baik, dan hal itu kemungkinan juga akan menjadi pertahanan terbaik Indonesia dalam iklim ketidakpastian global yang terjadi saat ini," kata Direktur Negara Bank Dunia untuk Indonesia Stefan Koeberle dalam rilis Bank …


Belum ada komentar