Perang Lawan Geng Motor

Astagfirullah, Pasangan Gay Ini Bangga Helat Pesta Nikah di Malaysia

REPUBLIKA.CO.ID, -- Malaysia dikenal sebagai salah satu negara komunitas muslim terbesar di Asia. Namun hal itu tidak menggoyahkan niat satu pasangan gay melangsungkan pesta pernikahan di negara tersebut.

Bahkan keduanya merasa bangga mencipta sejarah sebagai pasangan gay pertama yang melangsungkan pesta pernikahan di Malaysia.

Adalah pria keturunan Cina yang lahir di Malaysia, Ngeo Boon Lin dengan pasangannya, seorang pria Afrika-Amerika, Phineas III melangsungkan pesta pernikahannya pada Sabtu kemarin. 

Pesta pernikahan tertutup itu dihadiri sekitar 200 tamu dan berlangsung cukup meriah, lengkap dengan prosesi ciuman publik antarkeduanya. "Kami bersyukur dapat membuat sejarah di sini," kata keduanya.

Ngeo Bonn Lin yang tinggal di Amerika Serikat sejak 1998 lalu memutuskan menikahi kekasihnya --seorang produser musik Broadway-- Agustus lalu. Sontak pernikahan Bonn Lin menjadi kabar yang menghebohkan di Malaysia.

Meski Bonn Lin beragama kristen, menteri kabinet Malaysia untuk urusan Islam khawatir pernikahan itu akan menimbulkan kecaman di antara 28 juta penduduk Malaysia, termasuk Muslim Melayu yang terdiri dari hampir dua pertiga dari populasi.

Satu surat kabar milik partai berkuasa Malaysia bahkan terus mendesak pemerintah untuk mencegah Ngeo menghelat pesta pernikahan di Malaysia.

Namun kenyataannya, pada akhir minggu kemarin, pasangan ini tanpa ada gembar-gembor, terbang ke Malaysia mengundang Ibu Ngeo, teman, mantan rekan dan teman sekolahnya untuk menggelar pesta pernikahan tradisional Cina.

"Ini hak saya untuk merayakan sukacita saya dengan orang yang saya sayangi," kata Ngeo.

Pemerintah Malaysia sendiri belum memberi tanggapan akan pernikahan tersebut.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.